0 menit baca 0 %

Isi Tausiyah Peringatan Isra'Mi'raj, Mardio Hasan Uraikan Rahasia Di Balik Perjalanan Isra Mi raj

Ringkasan: Meranti (Inmas)- Mardio Hasan.S.Pd.I, Penyuluh Agama Non PNS Kemenag Kepulauan Meranti mengisi Pengajian isra' mi'raj di Musolah toyibatul hasanah desa sungai cina. Hadir dalam peringatan Isra' Mi'raj ini, kades sungai cina khalifah toriqoh Rangsang Barat, Tokoh Masyarakat, tamu Undangan dan jamaah...

Meranti (Inmas)- Mardio Hasan.S.Pd.I, Penyuluh Agama Non PNS Kemenag Kepulauan Meranti mengisi Pengajian isra' mi'raj di Musolah toyibatul hasanah desa sungai cina.

Hadir dalam peringatan Isra' Mi'raj ini, kades sungai cina khalifah toriqoh Rangsang Barat, Tokoh Masyarakat, tamu Undangan dan jamaah Musholla Toyibatul Hasanah.

Dalam peringatan Isra' Mi'raj ini, Mardio menguraikan rahasia di balik perjalanan Isra Mi raj dan belajar banyak dari tahun kesedihan untuk di emplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Isra Mi raj adalah peristiwa besar yang merupakan rahasia Allah kepada seorang hamba-Nya yang mau beriman kepada Allah dan bertaqwa dijalan-Nya. Yakni untuk mencapai kondisi tauhid yang prima . Ketauhidan dimana hanya Allâh yang menjadi tempat menyembah, meminta dan menyandarkan segala sesuatumya tanpa ada pamrih sedikitpun melalui Shalat lima waktu.

Sedangkan dalam tahun kesedihan banyak ibrah (pelajaran) yang dapat kita ambil diataranya : a) Allah SWT hendak menguji sejauh mana keimanan Nabi Muhammad SAW dengan mencabut nyawa dua orang yang dicintainya dan Nabi Muhammad SAW lulus menghadapi ujian tersebut sebagai teladan umat Islam sudah semestinya keimanan kita tetap terjaga ketika dihadapkan ujian yang serupa. b) Kalau saja Abu Thalib tidak dicabut nyawanya pada saat itu, maka kaum kafir Quraisy akan mengira bahwa Islam bukan ajaran agama yang suci karena ada peran aktif Abu Thalib yang cukup disegani oleh masyarakat saat itu dan Abu Thalib sendiri belum memeluk agama Islam. c) Umat Islam harus yakin dan percaya bahwa pertolongan dan kasih sayang Allah SWT itu kekal adanya. d) Komitmen Rasulullah SAW terhadap perjuangan dakwah. e) Perlunya memahami hakikat kematian karena secerdas-cerdasnya manusia adalah manusia yang mengingat mati. f) Tidak menggantungkan diri kepada makhluk selain-Nya. g) Manusia itu harus optimis, percaya diri dan mandiri.

(Tim Inmas)