Isak Tangis Warnai Perpisahan MTsN Dalu-Dalu
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Isak tangis penuh haru disertai dengan deraian air mata bahagia bercampur duka, baik dari murid, majelis guru maupun orang tua murid, mewarnai suasana acara Perpisahan Kelas IX MTsN Dalu-Dalu Kec Tambusai, Senin (21/5) bertempat di MTsN Dalu Dalu Desa Mondang Kumango.
Rokan Hulu (Humas)- Isak tangis penuh haru disertai dengan deraian air mata bahagia bercampur duka, baik dari murid, majelis guru maupun orang tua murid, mewarnai suasana acara Perpisahan Kelas IX MTsN Dalu-Dalu Kec Tambusai, Senin (21/5) bertempat di MTsN Dalu Dalu Desa Mondang Kumango. Saat itu 71 orang siswa menamatkan sekolah di MTsN Dalu-Dalu.
Mereka bahagia karena telah dapat menamatkan mata pelajaran di sekolah, setelah sebelumnya bekerja keras, belajar cerdas, bertindak ikhlas menuntut ilmu pengetahuan selama 3 tahun. Mereka juga merasa berduka karena akan berpisah dengan para guru yang telah membimbing mereka selama ini ke jalan yang benar. Mereka juga akan berpisah dengan teman sejawat seperjuangan di bangku sekolah. Terlebih lagi akan berpisah dengan adek adek kelas penuh kenangan.
Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ka UPTD Disdikpora Kec Tambusai Hj Nurmaliza, Ka MTsN Wirdahayati SPd beserta majelis guru, Ketua Komite Madrasah beserta pengurus lain, KaSek SD, SMP, SMU, SMK, Pengawas Pendidikan Agama Islam Ny Ahmad Darwis, Pimpinan Pondok Pesantren YAPITA Dalu Dalu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Khoiriyah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan orang tua murid.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dalam sambutan pengarahannya menyatakan, agar lulusan MTsN Dalu-Dalu tahun ini seluruhnya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anda boleh melanjutkan study ke MAN, SMU, SMK, Pondok Pesantren atau yang lainnya. Saya tak ingin mendengar nanti, tamat MTsN langsung tancap gas minta kawin:, tegasnya.
Hal ini tentu selain akan merugikan diri sendiri, juga yang penting disadari adalah akan merugikan umat Islam, sebab generasi mudanya terputus. Pepatah Arab menyatakan, artinya ; Hidupnya agama itu adalah di tangan generasi muda, kata Ahmad Supardi Hasibuan.
“Perlu saya tekankan bahwa belajar adalah ajaran pokok dalam Islam. Hal ini dibuktikan dengan perintah pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw sekaligus pentahbisannya sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah adalah perintah untuk membaca:, terang Ahmad Supardi Hasibuan.
Lebih lanjut dikatakannya, perintah membaca atau juga belajar, akan menghasilkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan membuahkan kesejahteraan. Sedangkan peningkatan kesejahteraan adalah mengentaskan kemiskinan. Kesimpulannya, membaca atau belajar pada gilirannya adalah mengentaskan kemiskinan.
Sementara itu Kepala MTsN Dalu Dalu Wirdahayati SPd melaporkan bahwa animo masyarakat masuk MTsN Dalu-Dalu meningkat dari tahun ke tahun. Murid kita saat ini tercatat 290 orang. Hal itupun masih menolak murid setiap tahun. (ash)