0 menit baca 0 %

Isak Tangis Haru Jemaah BTH 02 Menjelang Wukuf

Ringkasan: Riau (Inmas) - Wukuf adalah rukun haji. Maka itu, diupayakan seluruh jamaah harus berada di Arafah pada 9 Dzulhijah.Arafah juga merupakan puncak dari ibadah haji yang akan dijalani jamaah dari seluruh dunia dan Indonesia.Arafah menjadi tempat yang istimewa bagi umat Islam.Terhitung 24 jam kedepan in...

Riau (Inmas) - Wukuf adalah rukun haji. Maka itu, diupayakan seluruh jamaah harus berada di Arafah pada 9 Dzulhijah.

Arafah juga merupakan puncak dari ibadah haji yang akan dijalani jamaah dari seluruh dunia dan Indonesia.Arafah menjadi tempat yang istimewa bagi umat Islam.

Terhitung 24 jam kedepan insya Allah besok Jumat tgl 9 Agustus 2019 seluruh Jemaah calon haji akan bertolak menuju   Arafah untuk melakukan wukuf pertanda rukun haji dimulai setelah berniat. Hal itu disampaikan Dr Rialis Muhammad Shaleh, kepada humas melalui WhatsApp.

Jemaah yang hadir di tempat mulia ini mesti fokus dan berhenti sejenak dari aktivitas keduniawian.

Banyak ulama mengatakan, wukuf di Arafah inilah puncak dari kesadaran setiap umat manusia untuk mengenali siapa dirinya, mengenali siapa Tuhannya.

Pengalaman membuktikan, jamaah yang menjalani wukuf di Arafah kerap diwarnai isak tangis. Selain itu, mereka juga menjalankan jam afdal wukuf dengan berdiam diri, bermunajat, membaca Alquran, salat, salawat, hingga zikir.

Ketua kloter BTH 02 Dr Rialis Muhammad Shaleh berinisiatif menyelenggarakan acara bimbingan wukuf hingga Mina , Kamis (07/08).

Ada tiga catatan penting yang di sampaikannya kepada jemaah asal Pekanbaru tersebut. Diantaranya : 

Kepada jemaah calon haji Rialis didampingi petugas kloter lainnya termasuk TPIHI Drs H Asmuni Hasan MA, mengingatkan jemaah untuk selalu mengikuti arahan dan petunjuk dari petugas kloter.

Kedua, Rialis mengharapkan jemaah calon haji BTH 02 untuk saling membantu satu sama lain selama menjalankan rangkain ibadah di Armuzna.

Terakhir, bagi jemaah calon haji yang tidak kuat secara fisik disarankan untuk tidak memaksakan diri untuk melontar jumroh, begitu pula untuk yang benar benar tidak mampu Ia meminta untuk ditenda saja, karena bisa dibantu oleh jemaah lain dalam melontarkan jumroh.

Pada kesempatan yang sama, dari segi bimbingan ibadah, TPIHi Drs. H. Asmuni, MA menghimbau kepada jemaah calon haji memanfaatkan waktu sebaik baiknya untuk berdzikir dan berdoa selama di Arafah. “Perbanyaklah bermunajat dan berdoa di Arafah, semoga diijabah Allah, karena kesempatan seperti ini sulit untuk terulang kembali”, pesan Asmuni.

Asmuni juga menekankan agar jemaah Jemaah tidak melakukan aktivitas lain selain berzikir dan berdoa. 

Pemandangan haru begitu saja terjadi manakala acara yang ditutup dengan muhasabah dan doa oleh ustad DR. H. Zulkarnain.

Bagaimana tidak, baru saja dia dimulai, isak tangis haru tak terbendung dari seluruh jemaah mewarnai akhir kegiatan itu. 

Doa yang berisi harapan untuk masyarakat Riau, yang hingga sekarang ini masih diselimuti kabut asap, menjadi akhir doa yang dipanjatkan BTH 02. 

Semoga dengan muhasabah ini seluruh aktivitas pelaksanaan haji terlaksana sesuai dengan syariat dan memperoleh predikat haji mabrur, harap Zulkarnain menutup doanya.

Di penghujung acara seluruh jemaah saling bersalaman antar jemaah, laki laki sesama lelaki dan begitu pula sebaliknya untuk wanita.(vera)