0 menit baca 0 %

IPHI Berperan Penting Dalam Pemberdayaan Masyarakat

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Wakil Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kab Rohul Drs H Syahruddin Msy, menyatakan bahwa Pengurus dan anggota IPHI pada semua tingkatan, memiliki peran penting dan strategis dalam pemberdayaan masyarak...

ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Wakil Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kab Rohul Drs H Syahruddin Msy, menyatakan bahwa Pengurus dan anggota IPHI pada semua tingkatan, memiliki peran penting dan strategis dalam pemberdayaan masyarakat.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, ketika melakukan pertemuan silaturrahim dengan pengurus lengkap IPHI Kec Pendalian IV Koto, Senin (7/4/2014) bertempat di Pendalian.

Dikatakannya, pengurus dan anggota IPHI memiliki nilai lebih dibandingkan dengan umat Islam pada umumnya, sebab pengurus dan anggota IPHI telah menunaikan lima rukun Islam secara sempurna, sedangkan umat Islam lainnya pada umumnya baru melaksanakan empat rukun Islam.

Menurut Ahmad Supardi, umat Islam yang telah menunaikan ibadah haji, pada umumnya adalah orang yang memiliki kemampuan financial di atas rata-rata atau setidaknya menengah ke atas.Oleh karenanya, mereka memiliki kelebihan dan keunggulan dibanbingkan yang belum menunaikan ibadah haji.

“Umat Islam yang telah menunaikan ibadah haji, yang biasa disebut dengan Hajji dan Hajjah, memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan yang lainnya. Kelebihan tersebut, menyebabkan dirinya menjadi salah satu tokoh masyarakat, baik dalam bidang agama maupun dalam bidang social kemasyarakatan”, tegasnya.

Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, para Hajji dan Hajjah biasanya dijadikan masyarakat menjadi seorang Imam Sholat, pemimpin pembacaan doa bersama, tempat belajar dan bertanya ilmu agama, orang yang dianggap ‘suci’ karena telah terhapus dosanya dengan berkunjung ke Baitullah, dan predikat lainnya.

Posisi penting dan strategis seperti ini, hendaknya dimanfaatkan secara maksimal oleh IPHI Pendalian, dalam rangka membina, membimbing, dan memberdayakan masyarakat, untuk mewujudkan masyarakat madani, masyarakat yang sejahtera lahir dan bathin, Baldatun thayyibatun wa robbun ghafur.

Menurut Ahmad Supardi yang juga Ketua Dewan Pembina IPHI Rohul ini, hendaknya posisi penting ini, dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pengurus dan anggota IPHI, sebab hal ini adalah sebahagian dari ciri haji mabrur, yang harus diwujudkan oleh setiap muslim yang sudah menunaikan ibadah haji.

Peran-peran seperti ini, sangat ditunggu oleh masyarakat, sebab umat sangat membutuhkannya, untuk mengatasi berbagai problema yang dihadapinya.***(Ash)