Riau (Inmas) - Rangkaian puncak haji masih berlangsung di Mekkah, Arab Saudi. Setelah melakukan wukuf di Arafah dan menginap di Muzdalifah, jemaah haji bergerak ke Mina untuk melempar jumrah Aqabah. Ritual ini wajib dilakukan setelah wukuf di Arafah.
Jemaah melontar kerikil ke arah 3 tugu, masing-masing 7 kali selama 3 hari berturut-turut. Lempar jumrah adalah salah satu wajib haji yang meneladani Nabi Ibrahim melawan godaan setan yang memiliki makna melawan godaan setan dan nafsu dari dalam diri.
Demikian disampaikan Ketua kloter BTH 02 Dr Rialis Muhammad Shaleh kepada humas (11/09).
Rialis menyebut pada Ahad, 10 Agustus (9 dzulhijjah), Jemaah calon haji sudah melempar jumrah aqabah yang dimulai dari pukul 01.00 dini hari sampai 04.00 shubuh.
Setelah jemaah melontar jumrah aqabah, mereka kembali ke tenda Mina dan bagi yang ingin ke hotel boleh juga yang berada sekitar Jum’at/Syisyah I. “Bagi jemaah yang ingin ke hotel, kami selaku ketua kloter mengingatkan jemaah wajib kembali ke Mina sebelum matahari terbenam”, terang Rialis.
Ia mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga hal hal yang belum diperbolehkan selama rangkaian puncak haji.
Selain itu, Rialis menyinggung terkait pelayanan makan. Ia mengatakan selama dihotel jemaah mendapatkan layanan makan pagi disertai buah buahan. Begitu pula selepas sarapan pagi, makan siang pun tiba dengan sajian menu yang berbeda lagi.
Menurutnya hal pelayanan konsumsi haji tahun ini perlu disyukuri oleh seluruh jemaah. “Ini perlu disyukuri oleh jemaah karena pelayanan makan minum yang sangat tersedia banyak, seperti air panas pakai kran, air es, air putih tersedia 24 jam” ucapnya.
Rialis menambahkan Jarak tenda jch asal prov.riau ke jamarat sekitar 14 km pulang pergi.(vera)