Riau (Inmas) - Bertempat di Hotel Unigraha Pangkalan Kerinci Tanggal 29 September 2017 berlangsung Mou Program Fire Aware Community (FAC) untuk Lima Kabubaten bebas api pada Pukul 15.15 WIB. Penanda tangan Mou PT RAPP dengan Kemenag itu merupakan bukti keseriusan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, mengingat Riau adalah salah satu Provinsi yang terkena dampak yang paling parah dari beberapa insiden Karhutla bebarapa tahun terakhir.
Penandatanganan Mou Peluncuran Program FAC religious Leader oleh FKUB di lima Kabupaten dengan RAPP itu, disaksikan oleh MUI dan sejumlah tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan kong hu chu. Mou tersebut berisi bentuk kerjasama dengan pemuka agama dalam upaya mensosialisasikan tentang pencegahan dan penanggulangan karhutla di Riau melalui pendekatan agama.
Penanganan dan pencegahan kebakaran hutan membutuhkan sinergi semua pihak.Oleh karena itu kami menyambut baik dan mengapresiasi setinggi tingginya kepada semua yang hadir dan lima kabupaten yang diundang hadir dalam Mou ini, ujar Direktur RAPP di awal sambutan.
Rudi Fajar selaku Direktur RAPP mengungkapkan berita yang beredar di media kebanyakan, membuat informasi yang berkembang di tengah masyarakat menjadi simpang siur. Inilah salah satu alasan kuat bagi pihaknya merangkul Kemenang yang menanungi enam agama dalam bekerja sama untuk mencegah gejala ancaman karhutla.
Menurutnya peran pemuka agama sangat berimpact kepada asumsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, kepedulian perusahaan, dan semua elemen yang terkait dengan ketertiban dan kerukunan masyarakat. Pertemuan ini sangat penting guna mempererat silaturahmi agama keagamaan di tengah masyarakat, terangnya.
Isu isu kebakaran hutan dan lahan saat ini, RAPP ingin bersama sama, bergerak dalam goal yang sama dengan semua komponen dan elemen masyarakat, individu, pemerintah daerah, perusahaan maupun masyarakat, tegasnya mengakhiri.
Menyambut baik inisiatif program RAPP ini, Drs H Irhas MA mengingatkan hendaknya sebagai manusia kita menyadari bahwa sudah menjadi kewajiban, bagi kita sebagai umat untuk memelihara bumi, menjaga alam beserta isinya. "Agaknya saya titip kan juga ketika program ini terbuat, hendaknya tidak saja hanya terjalin dalam bentuk komunikasi dan koordinasi semata, tapi juga akan lebih memperhatikan sinergitas dan fasilitas untuk para pemuka agama, sebagai corong terdepan di masyarakat melakukan sosialisasi tentang haramnya pendirian laham dengan cara membakar hutan", tutur Irhas.
"Gagasan RAPP tentang program ini sangat bagus,diharapkan mou ini betul betul bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat nanti", ujarnya. Semoga Riau tidak lagi menjadi bahan ejekan dan cemoohan terkait pembakaran lahan yang sangat merugikan banyak pihak seperti selama ini, harap Kabid urais.
Penandatanganan mou merupakan langkah nyata atas tidak lanjut pertemuan RAPP dengan Kemenag Riau beberapa hari yang lalu, tentang pencegahan dan pengendalian karhutla di Provinsi Riau. Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pemaparan tentang desa bebas api oleh Manager RAPP Sailal Arimi yang diakhiri dengan dialog dan tanya jawab interaktif.
Pada kesempatan tersebut hadir Direktur PT RAPP, Kakanwil Kemenag Riau Diwakili Kepala Bidang Urais dan binsyar, Ketua MUI Pelelawan, Tokoh enam agama, FKUB lima Kabupaten, perwakilan dari Kemenag Pelelawan dan para undangan lainnya.(vera/faj)