0 menit baca 0 %

Ingin Lebih Dekat dengan Kemenag, Pengurus FKDT Sampaikan Aspirasi

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Keberadaan lembaga pendidikan Agama Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah yang dulunya lebih famous dengan sebutan MADA, secara kwantitas telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Namun kita ga bisa menutup mata, bahwa kehadiran lembaga ini masih perl...

Pekanbaru (Inmas) - Keberadaan lembaga pendidikan Agama Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah yang dulunya lebih famous dengan sebutan MADA, secara kwantitas telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Namun kita ga bisa menutup mata, bahwa kehadiran lembaga ini masih perlu terus ditingkatkan. Kemenag yang berfungsi sebagai lembaga yang memayungi FKDT melalui PD Pontren selama ini telah melakukan kooperasi dengan pihak terkait untuk pendidikan PDTA secara berkelanjutan. Maka pada Senin (06/03) pengurus FKDT Kota Pekanbaru menyambangi langsung Kanwil Kemenag Riau.

Pada kesempatan tersebut salah seorang pengurus FKDT Kota Pekanbaru menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kakanwil telah menyambut baik kedatangan pihaknya. Ia mengatakan tujuan nya mengunjungi Kanwil Kemenag Riau, tak lain ingin lebih dekat dan menjalin silaturrahmi dengan pihak Kemenag sekaligus ingin menyampaikan kondisi MDTA di Kota Pekanbaru. Pada beberapa kesempatan yang lalu terkait dengan pelaksanaan ujian MDTA, dikatakannya bahwa ujian semester maupun ujian akhir. Pada tahun yang lalu FKDT Pekanbaru juga mempersiapkan soal soal untuk pelaksanaan ujian semester maupun ujian akhir MDTA, tuturnya. Oleh karenanya pada Tahun ini juga, FKDT Kota Pekanbaru justru ingin menambah dan memperluas cakupan dari soal ini, jika tahun kemaren hanya khusus pada Kota Pekanbaru, maka untuk tahun ini setelah ada kesepakatan dan komitmen dengan pengurus FKDT Kab/kota se-provinsi Riau, ada rencana untuk mengembangkan sayap hingga bisa sampai ke kab/kota yang lain terkait soal soal yang dibuat oleh FKDT Pekanbaru. Pihaknya ingin ada keseragaman soal soal ujian se-Provinsi Riau sesuai standartnya, ucap beliau penuh harap.

Untuk itu pihak nya meminta kepada Kemenag Provinsi Riau bisa memberikan perhatian, pencerahan, arahan dan petunjuk bagaimana yang terbaik untuk masalah ini. Sekaligus bisa menerima aspirasi dan keluhan yang terjadi di lapangan selama ini, ujar beliau penuh harap.

Salah seorang pengurus FKDT lainnya Hafifah Rasheed mengatakan, bahwa pihaknya merupakan tokoh masyarakat yang telah berkecimpung lama dalam pendidikan keagamaan di kota Pekanbaru, sangat perlu menjalin koordinasi dengan Kemenag selaku pembina kami, ujarnya. Aktivis pendidikan yang menjabat sebagai Ketua II FKDT Kota Pekanbaru sekaligus pengurus FKDT Provinsi ini menyampaikan harapan nya agar tercipta jalinan koordinasi yang harmonis diantara pengurus FKDT, MK2DT dan Kemenag sebagai lembaga yang memayungi. Artinya kedua belah pihak tidak ada yang merasa terintervensi satu sama lain terkait surat edaran yang baru diturunkan oleh Kanwil Kemenag melalui bidang PD Pakis. Mengingat hal ini adalah kerja masyarakat, kerja keagamaan dengan ittikad baik ingin membangun dan membantu pemerintah dalam mewujudkan keagamaan di Provinsi Riau, ucapnya.

Pada kesempatan yang sama H Rahim selaku Ketua I harian FKDT Pekanbaru. Ia mengatakan bahwa beliau selama ini bekerja secara netral. Terkait dengan surat edaran tentang eksistensi FKDT yang sedikit terancam dengan terbitnya aturan baru bahwa FKDT tidak bisa lagi mengeluarkan soal soal ujian. Sementara pihaknya menegaskan bahwa soal soal untuk ujian tersebut telah rampung 90 persen. Pada prinsipnya kami ingin mematuhi segala aturan yang ada dilingkungan Kanwil Kemenag Riau. Maka dengan harapan besar agar Kanwil Kemenag dapat memberikan pencerahan tentang hal itu. Harapan besar kami tumpangan kepada bapak Kanwil selaku pembina lembaga ini, ucapnya menekankan. Jika sekiranya tidak bisa bersatu seratus persen, setidaknya kami diizinkan untuk mengelola dan mencetak sama soal soal ujian tersebut hingga ke kab/kota yang lain, Ucap H Rahim penuh harap.

Menyambut baik atas aspirasi yang disampaikan oleh pengurus FKDT, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi didampingi Kabid PAKIS Kanwil Kemenag Riau Drs H Fairus. Sehubungan dengan polemik pembuatan soal soal ujian MDTA. Ahmad Supardi mengatakan prinsipnya soal ujian memang harus dikelola oleh pemerintah, kalau untuk sekolahnya boleh masyarakat, ucapnya mengawali arahan. MDTA selama ini seratus persen masyarakat yang melaksanakan, ketika pelaksanaan ujian sudah seyogyanya pemerintah yang mengelola. Makanya dalam susunan panitia ujian ini peran FKDT dibutuhkan sebagai mitra Kemenag, ujar Beliau mencontohkan apa yang sudah terlaksana selama memimpin Kemenag di Rohul sebelum ini. Artinya komunikasi antara FKDT, kepala MDA atau tokoh tokoh yang sudah senior, MK2DT yang tergabung dari para kepala sekolah harus terjalin dengan baik, bisa duduk dan berembuk bersama sehingga bisa bekerja secara kondusif.

Untuk itu, diharapkan agar FKDT dan MK2DT dapat menyadari peran dan tupoksinya ditengah masyarakat. Kemudian dapat bergerak terus mengembangkan terus kwalitasnya dengan melakukan kerjasama dan koordinasi dengan pihak terkait, menjalin komunikasi yang efektif dan efisien demi kemajuan pendidikan keagamaan kita kedepan, pesan Kakanwil optomis.(vera/ft:ipad)

Â