Kuansing (kamenag), Inuman 24 November 2025, Suasana penuh kedamaian tampak di sebuah rumah tahfiz di desa seberang pulau busuk,di mana puluhan anak dan remaja berkumpul setiap sore untuk belajar Al-Qur an. Dengan suara merdu dan langkah yang tertuntun, mereka menapaki perjalanan memahami kalam Ilahi yang memberikan cahaya dalam kehidupan.
Kegiatan belajar Al-Qur an ini menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menanamkan nilai spiritual sejak dini. Para pengajar yang berpengalaman membimbing santri bukan hanya dalam membaca dan menghafal, tetapi juga memahami makna ayat demi ayat.
Belajar Al-Qur an bukan hanya tentang membaca dengan benar, tetapi juga meresapi pesan yang ada di dalamnya. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan akhlak yang baik, ujar Ustaz Maramita salah satu pengajar di tempat tersebut.
Program ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua. Mereka melihat perubahan positif pada diri anak-anak, seperti meningkatnya rasa hormat, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.
Anak saya jadi lebih tenang, lebih rajin, dan lebih menghargai waktu. Al-Qur an memang memberi pengaruh yang luar biasa, tutur salah satu wali santri.
Selain pembelajaran rutin, kegiatan juga diisi dengan lomba hafalan, kajian tafsir dasar, serta sesi motivasi yang membuat suasana belajar semakin menyenangkan. Banyak santri mengaku merasa lebih bahagia dan damai setiap kali berjamaah membaca Al-Qur an.
Dengan semakin banyaknya tempat belajar Al-Qur an yang tumbuh di berbagai daerah, harapan masyarakat untuk melahirkan generasi Qur ani pun kian menguat. Indahnya belajar Al-Qur an terasa bukan hanya dalam bacaan, tetapi juga dalam setiap perubahan baik yang tampak pada diri para pembelajarnya. (QSD)