0 menit baca 0 %

Ilyas Husti :” Merajut Kerukunan Dalam Perdedaan Keyakinan”.

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Pada acara pembinaan aktor-aktor kerukunan yang berlansung di Cicitel Hotel Pekanbaru, salah seorang narasumber, Prof. DR. KH. Ilyas Husti, MA sampaikan materi dengan judul/ tema Merajut Kerukunan Dalam Perbedaan Keyakinan. Selasa (30/10).Dalam pemaparannya beliau mengawali dengan...


Pekanbaru (Inmas), Pada acara pembinaan aktor-aktor kerukunan yang berlansung di Cicitel Hotel Pekanbaru, salah seorang narasumber, Prof. DR. KH. Ilyas Husti, MA sampaikan materi dengan judul/ tema Merajut Kerukunan Dalam Perbedaan Keyakinan. Selasa (30/10).

Dalam pemaparannya beliau mengawali dengan pendahuluan pertama tahun 2018 merupakan awal abad 21 dimana dunia sudah menglobal, maka akan menimbulkan benturan-benturan. Kedua Indonesia kaya SDM dan SDA, ada 17.508 pulau, 1331 suku dan 6 agama, ketiga fakctor politik dan sosial, ada 14 partai politik.

Merajut itu penting, pulau kalau tidak dirajut akan berserakan, suku dan agama kalau tidak dirajut maka akan terjadi bentrokan dan perpecahan. Ini perlu dipupuk agar menjadi rukun.  Tutur Prof.

Upaya merajut kerukunan tersebut menurut Prof, pertama: Memahami makna filosofi Ukhuwah, meliputi Ukhwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan ukhuwah Basyariyah. Kedua: Memahami eksistensi sebagai makhluk sosial, ta’aruf (saling mengenal), Ta’aluf (menyatu), tafahum (memahami), ri’ayah (memelihar) , ta’awun (tolong menolong), tanashul (membantu). Ketiga: memahami dan memelihara konsep hidup kerukunan umat beragama, yang meliputi intern umat beragama, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah. (Idris)