Rokan Hulu (Inmas) – Hari Raya Idul Fitri adalah hari Raya kemenangan bagi umat Islam yang telah dengan sukses berperang melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh yaitu dengan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa”(Q.S.Al-Baqarah:183). Melawan hawa nafsu, sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis Rasulullah SAW sebagai sebuah perang besar, melebihi dahsyatnya perang Badar.
Idul fitri secara harfiah adalah kembali kepada fitrah, yaitu kesucian sebagaimana digambarkan dalam salah satu hadist Nabi: “Barang siapa yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT, maka diampunkan segala dosanya yang telah lalu, sehingga ia menjadi orng sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya”. Bersih dari noda dan dosa seperti halnya kertas putih kosong yang belum tersentuh dan ternoda oleh sesuatu apapun juga.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA melalui press releasenya kepada sejumlah wartawan yang biasa meliput kegiatan Kemenag di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, kota Pasir Pengaraian, Selasa (5/7/2016).
Persatuan dan kesatuan umat adalah puncak dan sasaran akhir yang hendak dicapai dalam setiap ibadah dan amaliah dalam Islam. Persatuan dan kesatuan umat adalah kata kunci tegak dan berdirinya daulah islamiyah. Persatuan dan kesatuan umat adalah penentu tegak dan berkembangnya hukum Islam dalam masyarakat.
Semua ibadah, pada umumnya sasaran akhirnya adalah persatuan dan kesatuan umat. Sholat, menghadap Allah SWT, diperintahkan untuk dilakukan secara berjamaah dan bahkan ada ulama yang mensyaratkan pelaksanaannya harus berjamaah, adalah dimaksudkan agar umat Islam saling kenal mengenal antara satu sama yang lain, sehingga terjalin ukhuwah islamiyah, yang pada gilirannya akan terbentuk persatuan dan kesatuan umat.Ash