0 menit baca 0 %

Idul Adha Jatuh pada Senin 12 September 2016

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Berdasarkan hasil Rapat Badan Hisap Rukyat (BHR) Provinsi Riau yang dihadiri perwakilan ormas Islam di Aula Kabag Kanwil Kemenag Riau, Rabu (7/9) menetapkan bahwa Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Senin 12 September 2016.

Pekanbaru (Inmas)- Berdasarkan hasil Rapat Badan Hisap Rukyat (BHR) Provinsi Riau yang dihadiri perwakilan ormas Islam di Aula Kabag Kanwil Kemenag Riau, Rabu (7/9) menetapkan bahwa Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Senin 12 September 2016.

Hal tersebut diungkapkan Dr KH Hajar Hasan MA dari Badan Hisap Rukyat Provinsi Riau dimana penetapan tersebut berdasarkan metode istikmal, dimana jadwal tersebut sama dengan Arab Saudi, dan Negara- Negara eropa mengacu pada Timur Tengah.

“InsyaAllah 90% lebaran pada 12 September 2016. Karena ada  kelompok- kelompok tertentu yang lebarannya berbeda dengan pemerintah pada umumnya,” tegas Ketua Badan Hisap Rukyat Provinsi Riau

Ia menambahkan, selama bulan Dzulhijjah ada 3 ibadah penting yang terkait dengan waktu, wukuf khusus bagi orang- orang yang mengerjakan haji, puasa arah bagi yang tidak berhaji, ibadah kurban dengan waktu 10- 13 dzulhijjah.

Ditambakan Pgs Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA, untuk penetapan Dzulhijjah biasanya persoalannya tidak sebesar pada penetapan 1 Syawal.

“Perlu ada kader- kader BHR yang benar- benar menguasai permasalahan hisap rukyat, karena jika terus ketergantungan pada satu orang dikhawatirkan nanti saat ada halangan tidak ada yang bisa menangani masalah ini,” jelas Mahyudin seraya menegaskan bahwa di Riau banyak kader untuk hisap rukyat, tapi belum dimunculkan dan tergali secara maksimal.

Sementara itu, Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau H Asmuni MA didampingi Kasi Binsyar dan Informasi Urais H Suhardi HS S Ag MA, mengatakan, Rapat BHR merupakan agenda rutin Bidang Urais dalam rangka menetapkan 1 Dzulhijjah.

“Sebenarnya kita sudah jadwalkan rapat ini pada 1 September 2006 untuk menentukan 1 Dzulhijjah, tapi karena ada beberapa kendala, hal ini kita tunda. Namun BHR tetap memberikan laporan tentang 1 Dzulhijjah dan 10 Dzulhijjah,” jelasnya singkat. (mus)