0 menit baca 0 %

Ibu Pgs.Kakanwil : Cegah Pornografi dan Pornoaksi, Bersihkan Diri Selamatkan Generasi

Ringkasan: Dumai (Inmas) – Pornografi adalah segala bentuk materi baik audio, visual, dan audiovisual yang berada dalam konteks seksual berupa tulisan, gambar, tayangan yang berfokus pada alat kelamin dan perilaku seksual. Sedangkan pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan dan/atau e...

Dumai (Inmas) – Pornografi adalah segala bentuk materi baik audio, visual, dan audiovisual yang berada dalam konteks seksual berupa tulisan, gambar, tayangan yang berfokus pada alat kelamin dan perilaku seksual. Sedangkan pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan dan/atau erotika dimuka umum maupun melalui sarana seperti media cetak dan elektronik.

Demikian disampaikan Ibu Pgs.Kakanwil Kemenag Riau Rosnimar,S.Pd saat memberikan materi dalam kunjungan kerja Pgs.Kakanwil Kemenag Riau yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Jumat (20/05) bertempat di Aula MAN Dumai.

Beliau mengatakan pengaruhnya tontonan pornografi pada kepribadian dan masa depan anak yaitu dapat merusak otak, pikiran penuh seks semata, penyimpangan prilaku seksual, lebih suka melayani diri sendiri, hilang semangat, dan tidak fokus dalam bekerja.

Proses kecanduan pornografi diawali dengan tidak sengaja, merasa penasaran, pelepasan dopamine dalam otak, selanjutnya kecanduan, tingkat pornonya meningkat, dan sampai ketingkat melakukan, ujarnya.

Selanjutnya Rosnimar menjelaskan tanda-tanda anak sudah kecanduan pornografi diantaranya, bila ditegur mudah marah, impulsif, suka berbohong, jorok, moody, suka menyakiti adik, malu tidak pada tempatnya, sulit konsentrasi, menghindari kontak mata saat berbicara, suka menyalahkan orang, emosional, menutup diri, prestasi akademik menurun, hanya bermain dengan kelompok tertentu, hilang empati, dan jika minta sesuatu harus dipenuhi.

Untuk mencegah anak supaya tidak berbuat pornografi dan pornoaksi, semua itu tergantung faktor intern yaitu bagaimana mengasuh dan mendidik anak dalam keluarga, diantara upaya yang dapat dilakukan :

1. Tidak meletakkan tv dan komputer/laptop di kamar anak. Anak boleh mengakses internet, komputer, film dvd/vcd dan televisi di tempat yang mudah diawasi orangtua dan usahakan layar tidak menghadap dinding agar mudah diawasi sewaktu-waktu.

2. Sebaiknya anak yang belum remaja tidak nonton tv sendiri tanpa bimbingan orang dewasa yang bijak dan dapat diandalkan. Terkadang iklan dan materi tv itu sendiri tidak baik untuk anak kecil. Sesuaikan rating tayangan dengan usia anak dan berikan pengarahan / penjelasan jika ada hal-hal yang kurang baik agar anak mengerti mana yang baik dan yang buruk.

3. Pasang program filter baik di tv berbayar kabel/parabola dan internet. Pastikan hanya isi konten yang sesuai dengan usia anak saja yang bisa dilihat atau diakses serta batasi waktunya. Berbahaya sekali anak dibiarkan mengembara tanpa arah tujuan yang jelas. Anak bisa jadi korban kejahatan di internet yang berimbas di dunia nyata. Periksa history komputer apa saja yang telah dikunjungi anak kita serta periksa kamar anak secara diam-diam.

4. Berikan telepon genggam hp yang standar hanya bisa telpon dan sms saja, tidak bisa menampilkan gambar, tanpa kamera, tanpa video, tanpa internet, tanpa bluetooth, daya tampung terbatas. Kordinasikan dengan pihak sekolah untuk membuat standar ponsel yang boleh digunakan dan kapan boleh dipakai.

5. Sebaiknya kenalkan anak dengan berbagai kegiatan yang berguna tidak hanya di dalam rumah agar pertumbuhan fisik bisa berkembang dengan baik dan lupa dengan hal-hal yang tidak perlu.

Terakhir, Ibu Pgs.Kakanwil mengatakan perkembangan zaman dan teknologi membuat anak dengan mudah dapat mencari sumber pornografi dan mungkin dapat mempraktekannya dan menjadikan pornoaksi. Hal ini sangat berpengaruhi terhadap perkembangan moral anak yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa dengan moral yang baik sesuai dengan pancasila.

“Mari cegah pornografi dan pornoaksi, bersihkan diri selamatkan generasi,” tutupnya.(jaka)