0 menit baca 0 %

Humas Kemenag Riau : Kualitas Foto dan Berita Harus Selaras, Jangan Terjebak dengan Jumlah Postingan

Ringkasan: Riau (Inmas)- Dari sekian banyak agenda Subbag Informasi dan Humas Kemenag Riau dalam mengusung kehumasan, media sosial menjadi salah satu aset dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Media sosial sebagai media paling mudah dan nyaman bagi masyarakat untuk bisa bersentuhan dengan birokrasi, m...

Riau (Inmas)- Dari sekian banyak agenda Subbag Informasi dan Humas Kemenag Riau dalam mengusung kehumasan, media sosial menjadi salah satu aset dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Media sosial sebagai media paling mudah dan nyaman bagi masyarakat untuk bisa bersentuhan dengan birokrasi, menjadi ujung tombak kehumasan dilingkup Kemenag dalam menjalankan program-program pemerintah.

Seluruh instansi pemerintah tak terkecuali Kemenag, tertuntut untuk transisi ke dunia media digital dalam waktu yang singkat. Dengan komposisi Aparatur Sipil Negara yang tidak semuanya melek teknologi, diwajibkan untuk memanfaatkan media publikasi digital.

Pada awalnya banyak yang kesulitan untuk beradaptasi dengan jadwal yang padat, tapi dengan gigih tim yang dimotori Eka Purba selaku Kasubbag Inmas terus meningkatkan kualitas kehumasan dari berbagai perspektif.

Pada Kamis (25/04) Humas Kemenag Riau mengadakan gebrakan dengan mengadakan kegiatan pembinaan kehumasan terkait Penulisan berita dan Fotografi. Ini merupakan kegiatan pertama yang secara teknis memberikan pelatihan dan ilmu yang tepat sasaran dan dibutuhkan dalam publikasi dunia digital, di lingkungan satker dan kontributor daerah se-Kabupaten Kampar.

Sebelumnya, tahun tahun sebelumnya konsisten  dalam giat road show jurnalistik di lingkungan siswa/i madrasah, pondok hingga mahasiswa.

Diharapkan dengan pembinaan ini, jajaran kehumasan pada instansi di Kemenag Riau bisa memaksimalkan artikel dan berita yang dibuat untuk masyarakat. “Tidak hanya merilis berita seadanya hanya untuk sekedar memenuhi kewajiban atau menambah jumlah postingan”, terang Vethria Rahmi salah seorang narasumber saat mengawali pembinaan itu.

Pada sesi pertama, fotografi yang dibawakan oleh fotografer dan videografer Inmas Kemenag Riau Adi Yuliandi. Pada sesi ini dijelaskan pengertian dari fotografi, dikenalkan mengenai jenis-jenis kamera, dan trik-trik menghasilkan gambar yang baik dengan mengatur diafragma, shutter speed, dan pencahayaan.

Adi juga memberikan masukan atas postingan dan artikel yang sudah diunggah di media sosial, bahwa foto yang diposting haruslah relevan dengan isi dari informasi yang akan disampaikan. Jangan sampai orang-orang salah fokus karena gambar yang dimuat tidak memberikan proporsi yang benar secara jurnalistik atas berita yang disampaikan.

Diakhir materi, Adi Yuliandi menekankan foto harus relevan dengan caption berita. Menurutnya sebuah foto bisa menceritakan sebuah cerita. “Foto bisa berpengaruh besar kepada nilai tulisan dan keselarasan berita”, tukasnya.

Pada sesi kedua, teknik jurnalistik dan penulisan berita Vethria Rahmi (Redaktur Majalah Dinamis Kanwil Kemenag Riau) menjadi narasumber dan membagikan ilmu mengenai cara meningkatkan kualitas tulisan dan konten berita yang akan dibagikan kepada masyarakat.

30 Peserta diberikan tips dan trik untuk membuat berita dan artikel yang menarik dan mengundang minat pembaca. Bagaimana membuat judul yang baik, bagaimana menyampaikan materi dari sudut pandang berbeda agar tidak membosankan, sampai bagaimana caranya meningkatkan jumlah pembaca atau peminat pada halaman kita.

Pun, bagaimana menerapkan 5 W 1 H sebagai dasar cara penulisan agar lebih mudah, dan bagaimana membedakan tulisan opini dan fakta.(vera)