Riau (Inmas) – Diketahui cuaca di hari pertama lempar jumrah Aqobah pada Minggu, 11 Agustus 2019 (10 Zulhijah 1440) relatif bersahabat bagi jemaah haji. Pada Minggu sore, cuaca di sekitaran Mina dilaporkan sempat berawan bahkan turun hujan tipis atau gerimis.
Meskipun terkadang muncul panas seperti biasanya, namun cuaca relatif lebih berawan. Bahkan, menjelang sore mendung. Suhu udara di Mina pada waktu itu tercatat 39 derajat celcius.
Jemaah haji yang saat ini masih tengah berada di Mina disambut hujan deras dan angin kencang dan disertai petir. Kondisi ini terbilang jarang, terlebih ini tengah masuk musim panas.
Awan gelap menggelayut sejak sore hari, Senin (12/8/2019) pukul 14.30 waktu Arab Saudi. Benar saja, tak lama berselang hujan langsung mengguyur, dimulai dengan gerimis namun lama-lama kian deras.
Meski hujan deras dan angin kencang melanda Mina, namun semua kondisi terpantau masih aman dan jemaah pun tetap tenang dengan kondisi cuaca tercatat 37°celcius.
Hal itu disampaikan Dr Rialis Muhammad Shaleh TPHI kloter BTH 02 kepada humas, Senin (12/08) pukul 20.15 WIB atau sekitar 16.15 WAS.
Ia mengatakan jemaah haji yang berada di Mina hari kedua setelah melontar jumrah ula, wustha dan aqobah, pukul 15.15 WAS begitu cuaca panas, dan langsung tiba tiba hujan mengguyur tenda jemaah haji yang sedang istirahat.
Jemaah spontan mengucapkan Alhamdulillah karena hujan diturunkan lagi. “ Semoga di tanah air, juga Allah turunkan hujan” harap jemaah BTH 02.
Namun menariknya, di tengah aktivitas kesibukan posko kesehatan kloter BTH 02, ketua kloter DR. Rialis Muhammad Shaleh memantau keadaan jemaah dan memeriksa keadaan para jemaahnya yang tampak sehat dan bersemangat.
Dr. Harya Desi selaku dokter kloter, Widodo dan Dedi Novita sebagai perawat yang mendampingi dokter mengatakan keadaan jemaah BTH 02 bisa dikatakan aman.
Hal itu ditandai dengan turun drastisnya jemaah yang berobat ketimbang hari sebelumnya.
Tercatat dari data buku berobat untuk hari ini saja, hanya 5 orang yang datang berobat dari jumlah 441 jemaah. "Sebelumnya bisa sampai 30-50 perhari", katanya.
Dokter Hariya menyebut rata rata keluhan jemaah yg berobat dikarenakan kecapaian setelah melontar jumrah.
Namun demikian, ia tetap ingin memastikan bahwa jemaah BTH 02 hingga meninggal kan Mina dalam kondisi sehat. Untuk itu penyuluhan tentang kesehatan, dan gerakan minum oralit bersama terus digalakkan selama di pemondokan tenda.
Rialis menambahkan, jemaah kloter BTH 2 sesuai agenda akan meninggalkan Mina yaitu Selasa 13 Agustus/seluruh nya Nafar awal, dengan alasan jemaah masih mengejar tawaf ifadah.
Terlebih lagi, karena pada tanggal 17 Agustus malamnya akan meninggalkan tanah suci menuju tanah air."Mohon doa semuanya agar jemaah selamat pulang ke tanah air dan semoga memperoleh haji yang mabrur", harap Rialis meminta doa masyarakat Riau.(vera)