Rokan Hilir (inmas) – Minggu, 7 Mei 2017 M bertepatan dengan 10 Sya’ban 1438 H, bertempat di Kepenghuluan Labuhan Tangga Besar, Parit Baru, berlangsung serah terima Mushalla kepada masyarakat Parit Baru, Labuhan Tangga Besar dalam hal ini pengurus mushalla.
Hj. Hartini, dialah sosok wanita shalihah yang dalam hal ini selaku pihak yang menyerahkan mushalla yang telah dibangunnya kepada masyarakat Labuhan Tangga Besar.
H. Samsul dan Hj. Hartini, sepasang suami istri yang tinggal di Jl. Madrasah Bagansiapiapi tergolong orang yang berada. Namun sayang H. Samsul telah berpulang ke rahmatullah. Semasa hidupnya H. Samsul pernah mempunyai keinginan mulia, yakni dengan hartanya ingin membangunkan untuk masyarakat. Namun karena ajal keburu menghampirinya, keinginannya pun tak kesampaian.
Tetapi Hj. Hartini adalah sosok istri shalihah yang sangat mengerti akan keinginan atau cita-cita almarhum suaminya. Dengan harta yang ditinggalkan suaminya, sebagiannya dibangunkan mushalla di Kepenghuluan Labuhan tangga Besar, Paritbaru.
Mushalla yang beri nama AS-SAMI’ AL-BASHIR ini dibangun dengan menelan kurang lebih 350 juta, selama kurang lebih 4 atau 5 bulan, mushalla yang merupakan wujud dari keinginan almarhum suaminya pun terbangun.
Dan hari ini, Minggu (7/5) bangunan mushalla yang sudah lengkap dengan fasilitas pendukungnya seperti sumur bor, tempat wudlu, WC, pengeras suara dan bahkan ruang utama mushalla yang dipercantik dengan tulisan kaligrafi berupa asmaul husna, menambah keindahan dalam pandangan mata, diserahkan dari Ibu Hj. Hartini kepada masyarakat.
Penyerahan mushalla tersebut disaksikan Penyelenggara Syariah Kankemenag Rokan Hilir Zakifri, S. Ag, Datuk Penghulu dll.
Acara penyerahan mushalla diisi dengan pengajian dalam rangka Isra mi’raj dan menyambut bulan suci ramadhan 1438 H. Muballigh yang dihadirkan ust. Taubat Nasuha dari Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir.
Ust. Taubat Nasuha dalam ceramahnya mengingatkan bahwa, barang siapa yang membangun masjid/mushalla di dunia, maka Allah akan membangunkannya istana di surga. Namun ust. Taubat pun mengingatkan kepada jamaah, bahwa salah satu tanda kiamat adalah ketika sampai pada satu masa, dimana bangunan masjid/mushalla megah-megah, sementara sepi dari shalat berjamaah alias isinya kosong. (Nsh)