Riau (Inmas) – Krisis kemanusiaan Rohingya di Rakhine State Myanmar mendorong keluarga besar MIN I turur berpartisipasi salurkan bantuan melalui Kemenag Riau. Mereka bahu membahu membantu warga terdampak konflik. Penyaluran bantuan senilai Rp 5 Juta tersebut, diserahkan langsung oleh Kepala MIN I Kepada Kakanwil Kemenag Riau diruangan kerja Kanwil Kemenag Riau, Jum’at (06/10). Turut menyaksikan Kasi pada bidang Penaiszawa Drs H Damhir, beserta rombongan majelis Guru MIN I Rosmiar SpdI, Budi Afrianto SpdI, Abu Zar SPd I.
Fitrisma mengungkapkan sangat menyambut baik dan mendukung program Kemenag dalam menggerakkan seluruh satker untuk melakukan penggalangan dana kemanusiaan bagi saudara muslim yang tertimpa musibah di Myanmar Rohingya. ‘Dana Bantuan Rohingya ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar MIN I Pekanbaru, atas wujud rasa ukhuwah islamiyah kita, yang tidak berbatas waktu, tidak berbatas wilayah, sehingga hal ini memang perlu kita lakukan sebagai lembaga yang bernaung di bawah Kemenag”, terang perempuan berkacamata ini.
Ia menuturkan program ini dapat membangun karakter siswa/i terhadap sesama muslim yang sedang mengalami penderitaan, meningkatkan rasa sosial dan menumbuhkan karakter gemar bersedeqah. “Dana yang terhimpun selama dua lebih kurang dua minggu ini, kami memprioritaskan dari infak dari siswa dan majelis guru dan pegawai TU yang ada di MIN I Pekanbaru”. Ucapnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA sangat bersyukur dengan penghimpunan dana bantuan Rohingya yang dilakukan oleh seluruh satker Kabupaten dan kota. Hingga saat ini dana yang sudah terhimpun secara keseluruhan sebanyak Rp 409 juta, itu sudah termasuk dengan yang kami terima hari ini dari MIN I sejumlah Rp 5 Juta.
Ia menilai ,meskipun tidak semua satker yang menyalurkan dana bantuan rohingya ini ke Kanwil Kemenag Riau, karena sebagian ada yang sudah menyalurkan ke lembaga lain, itu tidak menjadi masalah, yang terpenting menurutnya adalah kita sudah menunjukkan kepedulian kita ini sesuai dengan kemampuan.
Kemaren saya sudah melaporkan hasil penggalangan dana secara bertahap ini kepada Menag RI, dan Menag menyambut baik, lalu meminta kami meneruskan koordinasi dengan Dirjen Bimas Kemenag RI. “Insyaallah Dirjen Bimas RI akan mengambil langkah langkah responsif dalam penyaluran dana ini, apakah dengan membuka rekening baru atau mencari lembaga resmi yang aktif dalam bantuan kemanusiaan”, ujarnya.
“Saya kira ini wujud kepedulian kita bersama, kepedulian semua komponen, satker/ unit yang ada di bawah naungan Kemenag. Dari karyawan siswa/i, yang ada di madrasah baik negeri maupun swasta dari empat jenjang pendidikan MI, MTs, MA se-Riau. Ia berharap distribusi bantuan yang cukup banyak ini segera sampai kepada yang berhak menerima.(vera/eka/faj)