Riau (Inmas) – Selain bekerja sebagai cleaning service di Kanwil Kemenag Riau, Mukhtar menjadi pengemudi ojek online guna memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Mukhtar mengaku baru beberapa tahun ini ia menjadi pengemudi ojek online. Dia mulai menerima order ojek selepas jam kantor hingga malam. Menurutnya menambah penghasilan diluar jam kantor sudah menjadi tuntutan hidup. “Makanya kadang selepas kerja beres, saya manfaatkan untuk mencari tambahan penghasilan diluar, atau sepulang dari kantor”, terangnya.
Mukhtar mengatakan, pekerjaan sampingannya saat ini cukup membantu ekonomi keluarga. Selain itu dua anaknya yang masih kuliah pun turut membantu keluarga dengan nyambi jadi gojek online grab. Ia mengaku pendapatan untuk gojek online bila aktif dari pagi hingga sore bisa menembus 300 ribu kotor perhari. “Kalau tutup poin bisa dapat 300 ribu, tapi kalau saya karena ada tugas wajib rutin di kantor ini, sebisanya saja, pulang kantor dari sore sampai malam, namanya juga manfaatkan waktu, minimal dapat 50 ribu perhari bersihnya”, ungkapnya.
Pramubakti yang sudah mengabdi sejak 6 tahun lalu, ini menyebut ia memperoleh gaji sebesar 1,7 Juta perbulannya sebagai Cleaning servise. Sementara kebutuhan rumah tangganya lebih dari gaji yang ia dapatkan. Meski demikian Mukhtar tetap bersyukur dengan apa yang ia dapatkan sekarang ini. “Lebaran dua tahun terakhir, alhamdulillah kita dikasi THR sebanyak 1 juta juga dari Kantor, dan dari teman teman bidang tempat bertugas juga ngasih”, ujarnya.
Bapak lima anak ini mengaku pendapatannya selama menjadi petugas kebersihan masih jauh dari cukup. Mengingat kebutuhan hidup dan tanggungan biaya untuk pendidikan anak anaknya yang tidak sedikit. Ia rela banting tulang demi masa depan anak anaknya. “Anak saya paling besar, sudah menikah, dua lainnya tengah menjalani kuliah di Unilak dan UIN jurusan ekonomi Islam, belum lagi yang sedang mondok ingin masuk kuliah dan masih sekolah anak paling kecil, semuanya membutuhkan biaya”, terangnya.
Pria berdarah melayu Rengat ini bersyukur kantor bisa memberikan dispensasi kepadanya untuk menutup biaya kebutuhan hidup diluar tugasnya. “Bukannya tidak bersyukur dengan pendapatan sebagai CS, tapi karena masih sangat kurang makanya saya harus cari tambahan lain diluar, bahkan kadang malam saya tuntaskan semua pekerjaan bersih bersih, nyapu nyapu”, jelasnya.
Hal itu diaminkan oleh Sarnu Setiawan petugas kebersihan bagian taman. “Menurut saya tidak masalah pak muhktar terus bekerja nyambi jadi ojek online, selama kerjaan beres atau yang kadang kadang manfaatin jam kantor yang kosong disela sela kesibukan , kalau saya sih alhamdulillah selain penghasilan di kantor sebagai pembersih taman dirumah masih ada warung, istri saya yang jaga, lumayanlah yang kasihan teman teman lain seperti pak Mukhtar yanggungannya berat ”, ungkapnya menimpali.
Ia mengapresiasi evaluasi kinerja dan pembinaan yang dilakukan oleh Kasubbag Umum Elwizar selaku koordinator seluruh pegawai kontrak. Mukhtar sepakat untuk mendobrak kinerja para pegawai kontrak di lingkungan Kanwil Kemenag Riau, perlu adanya pembinaan dan evaluasi rutin.
“Minimal 2 x dalam satu bulanlah, karena masih ada teman teman saya lihat yang kinerjanya melempem, kalau saya pribadi untuk disiplin oke oke saja, mau disiplinnya seperti apa saya sangat setuju akan saya ikuti”, jelasnya. Menurutnya disiplin perlu ditegakkan lagi bagi seluruh pegawai kontrak tanpa terkecuali. “Jangan sampai pilih kasih, biar kinerja kami makin baik dan lebih bersemangat”, ungkapnya.
“Harusnya semua petugas paham dan tahu tugasnya masing masing, harus ikhlas karena Allah ta’ala, saya kebagian jatah di Bidang PHU dan Subbag Inmas, insyaalah untuk kedepan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas sebagai cs”, ucapnya bertekad.
Ia mengharapkan perhatian lebih lagi dari pimpinan Kantor untuk para petugas perangkat kebersihan . Pertama soal gajinya, semoga bisa dinaikkan lagi kedepan. Kedua soal seragam kebersihan.”Minimal setahun sekali dapat satu atau dualah”, harapnya. dan yang terakhir perangkat kebersihan. “Seperti super pell, kain lap atau tong sampah masih kurang dengan ukuran kantor kita yang cukup besar ini”, sebut Mukhtar. Menurutnya harus ada minimal 8 tong sampah untuk kantor sebesar ini, sementara saat ini sekarang masih ada 2 tong sampah.
“Begitu pula penyedot debu untuk mushalla, itu sangat perlu dan penting demi menjaga kebersihan dan kesucian serta menjaga kesehatan dari debu”, terang Masnur menimpali lagi.(vera)