ROKAN HULU (KEMENAG)- Sesuai data Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), hewan kurban umat muslim yang dipotong pada Idul Adha 1435 Hijiryah tahun 2014 tersebar di 16 kecamatan terdata 2.250 ekor, terdiri sapi 1.900 ekor, 195 kerbau dan 155 kambing.
Demikian jelas Kepala Disnakan Rohul, Drs Marjoko, Minggu (5/10/2014). Marjoko mengakui, jumlah masyarakat Rohul yang melaksanakan kurban pada tahun ini secara keseluruhan di 16 kecamatan menurun 228 ekor, bila dibandingkan jumlah hewan kurban Idul Adha tahun 2013 lalu yang mencapai 2.478 ekor.
Namun jelas Marjoko, untuk jemaah yang melaksanakan kurban melalui Masjid Agung Madani Ismalic Centre Pasirpengaraian meningkat, dimana pada tahun ini jumlahnya capai 275 ekor, terdiri dari 220 ekor sapi dan 55 kambing.
Diperkirakan Marjoko, menurunnnya jumlah warga Rohul di 16 kecamatan melaksanakan kurban tahun ini, diperkirkan dampak dari ekonomi petani yang menurun. Apalagi seperti harga karet anjlok tajam termasuk hasil perkebunan kelapa sawit, sehingga dampak ekonomi mempengaruhui warga untuk berkurban.
“Diperkirakan, ini dampak ekonomi masyarakat menurun, karena anjloknya komoditi karet juga kelapa sawit,” terang Marjoko.
Berdasarkan hasil pendataan petugasnya langsung di 16 kecamatan, untuk Kecamatan Rambah jumlah hewan kurban tahun ini meningkat menjadi 390 ekor sapi, 120 kerbau dan 26 ekor kambing. Sedangkan tahun sebelumnya sapi 265 ekor, kerbau 60 ekor dan kambing 4 ekor.
Untuk di Kecamatan Rambah Samo tahun ini jumlah hewan kurban sapi 136 ekor, 1 kerbau dan 17 kambing. Di Rambah Hilir 157 sapi, 2 kerbau dan 13 kambing, di Ujung Batu 282 ekor sapi, 22 kerbau dan 25 kambing. Di Tandun sendiri 115 ekor sapi, 4 kerbau dan 11 kambing, Kecamatan Kabun 61 sapi, 9 kerbau dan 4 kambing, sementara di Kecamatan Rokan IV Koto 73 sapi dan 10 ekor kambing.
Selanjutnya, di Kecamatan Pendalian IV Koto, 49 ekor sapid an 1 ekor kambing, Bangun Purba 123 ekor sapi, 16 kerbau dan 3 kambing. Di Kepenuhan 107 ekor sapi, 1 kerbau dan 9 ekor kambing, Kepenuhan 64 sapi dan 7 ekor kambing, Tambusai 159 sapi, 6 kerbau dan 2 kambing, Tambusai Utara 219 sapi, 5 kerbau dan 7 ekor kambing. Selanjutnya di Pagaran Tapah Darussalam 88 ekor sapi dan 7 kambing, Kunto Darussalam 153 sapi, 9 kerbau dan 10 ekor kambing, lalu di Kecamatan Bonai Darussalam 24 ekor sapi dan 3 ekor kambing.
Marjoko menambahkan, seluruh hewan yang akan dikurbankan, menurutnya sudah lebih dilakukan pemeriksaan kesehatannya oleh petugas kesehatan Disnakan Rohul, di seluruh kecamatan. Sehingga, hewan yang akan dikurbankan seluruhnya sudah layak untuk disembelih dan dikonsumsi sebagai daging kurban.
“Pemeriksaan hewan kurban, tetap kita lakukan sebelum disembelih. Ini guna melihat dan mengetahui apakah hewan tersebut layak dijadikan kurban, sehingga nantinya daging kurban yang dikonsumsi masyarakat aman dan tidak mengandung penyakit,” ungkap Marjoko.
Sementara itu, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa tingginya partisipasi masyarakat untuk melaksanakan ibadah Qurban ini adalah bukti dari tiga hal. Pertama, meningkatnya keimanan dan ketaqwaan masyarakat kepada Allah SWT, yang dibuktikan dengan kesediaannya untuk melaksanakan ibadah Qurban.
Kedua, meningkatnya kepedulian masyarakat antar sesame, khususnya para fakir miskin, yang dalam kesehariannya jarang makan daging dan sekarang daging itu disediakan dengan biaya mahal oleh orang-orang yang mampu. Hal ini harus disyukuri oleh fakir miskin karena berqurban dilakukan dengan sukarela semata-mata mengharap ridha dari Allah SWT.
Ketiga, meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, sebagai akibat dari program pembangunan yang sangat kencang digalakkan beberapa tahun terakhir, sehingga akibatnya dirasakan oleh masyarakat. Peningkatan kesejahteraan itu, dibarengi dengan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta Alam Semesta Allah SWT, dalam bentuk berequrban.***(Humas/Ash)