0 menit baca 0 %

Hebat, Begini Roadshow Jurnalistik dan Fotografi di MAN I Pekanbaru

Ringkasan: Hebat, Begini Roadshow Jurnalistik dan Fotografi di MAN I PekanbaruRiau (Inmas) - Mengejutkan, hampir semua peserta pelatihan jurnalistik dari 70 orang siswa MAN I, yang sudah mengenal dunia jurnalistik sesuai standart baku media. Selain mereka telah mampu menulis berita dengan unsur normatif yang w...

Hebat, Begini Roadshow Jurnalistik dan Fotografi di MAN I Pekanbaru

Riau (Inmas) - Mengejutkan, hampir semua peserta pelatihan jurnalistik dari 70 orang siswa MAN I, yang sudah mengenal dunia jurnalistik sesuai standart baku media. Selain mereka telah mampu menulis berita dengan unsur normatif yang wajib dipenuhi "5W1H" semua peserta dengan cepat dapat menyerap apa yang disampaikan  masing masing pemateri.

Pelatihan yang dihelat diruang terbuka lantai II MAN I Pekanbaru itu menghadirkan pemateri dari dapur Redaksi Majalah Dinamis Kanwil Kemenag Riau, diantaranya Nofrian Eka Tresna  pada Fotografi, Videografi oleh Adi Yuliandi dan Vethria Rahmi pada penulisan berita dan presenter.

"Pelatihan ini memang ditujukan untuk cikal bakal majalah tiga bulanan yang dikelola madrasah" ujar Juliaris SAg selaku kepala bidang Kehumasan MAN I diawal acara. 

Peserta diajak fokus mengikuti pelatihan teknik dasar penulisan berita. Vethria Rahmi sebagai pemateri pertama pada kegiatan itu mengaku sangat senang sekali melihat antusiasme siswa dalam mengenal lebih jauh dunia jurnalis "Salut kepada adek adek di madrasah ini, pelatihan ini tidak sia sia, hasil penilaian tim narasumber selama pelatihan, ternyata sebagian dari mereka sudah mampu menulis berita memenuhi syarat sebagai karya jurnalistik. Meskipun sebagian yang lain masih kategori standart, pelatihan ini luarbiasa ujarnya ketika melihat kritisnya siswa/i mengajukan beberapa pertanyaan terkait penulisan berita.

Ia juga memberikan beberapa tips tentang tata cara menulis berita dan teknik dalam melakukan wawancara, bahkan juga mengupas banyak bagaimana membangun insting seorang jurnalis dapat memilih engle terbaik dalam menulis berita.

Tak hanya itu, teknik fotogragi juga diajarkan dalam pelatihan ini. Pelatihan dilakukan tidak sebatas materi saja, tapi peserta juga dituntut untuk menghasilkan produk setelah mendapatkan materi. Hanya diberi waktu 30 menit untuk menghasilkan sebuah berita dan foto yang bagus dengan beragam judul yang muncul dari ide mereka.

"Peserta pelatihan boleh mencari tema apa saja yang menurutnya menarik untuk dijadikan sebuah berita. Sementara itu untuk menghasilkan berita yang baik harus disertai dengan foto yang bagus pula", paparnya. 

Dalam kesempatan yang sama, pemateri lain Nofrian Eka Tresna juga memberikan kesempatan yang luas kepada para peserta untuk mengajukan pertanyaan terkait fotografi, bahkan masing masing peserta diberikan waktu selama 1 jam untuk mengambil gambar sesuai yang mereka inginkan." Beberapa pertanyaan muncul dari siswa madrasah tentang apa hubungan exposur dengan arah cahaya, bagaimana mengatasi foto baclight, apa saja fungsi WB di kamera, hingga meminta pemateri untuk mempraktekkan cara mengatasi foto backlight itu", ujar Eka dengan ekpresi suprise yang tak bisa disembunyikan.

Begitu juga, Adi Yuliandi yang sudah pakem dalam bidang videografi juga mengajak beberapa peserta untuk mempraktekkan langsung cara take on video terhadap para presenter yang sudah didaulat untuk membacakan berita hasil karya mereka sendiri. Adi mengaku beberapa diantara mereka malah sudah sangat mengerti bagaimana teknik pengambilan video, bahkan sudah ada yang menggunakan aplikasi adobe after effect untuk proses editing sebuah video, Hanya saja spesifikasi alat disekolah yang belum support untuk program itu ."Ini luar biasa dan perlu diasah terus, semoga saja pihak sekolah kedepan akan memberikan perhatian dalam menunjang skill siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler madrasah", ucap Adi.

Pelatihan yang berlangsung hingga sore itu dimulai pada pukul 8.00 WIB pada Rabu (18/10). Pada kegiatan yang menyajikan tiga agenda inti yaitu pelatihan penulisan berita dan presenter berita, pelatihan fotografi, dan videografi itu. Peserta juga diajak untuk praktik langsung pembuatan berita dan praktik membacakan berita, pengambilan foto dan pengambilan video yang baik. Acara dikemas dengan suasana santai dengan masing masing pemateri membuat lingkaran, namun tujuan kegiatan tetap dapat dicapai.

Menurut Kasubbag Inmas Dedi Sahrul S Kom MSi, dalam kurun waktu yang tidak lama roadshow jurnalis ke madrasah ini akan meluncurkan ajang perlombaan dalam dunia jurnalistik yang  bertajuk "Duta Digital PR madrasah". "Oleh karena itu, semoga pelatihan jurnalistik fotografi dan presenter ini dapat memberikan bekal dan kompetensi kepada siswa madrasah untuk berkontribusi dalam majalah madrasah maupun website Kanwil Kemenag Riau secara berkesinambungan", papar Dedi diakhir acara penutupan.(vera/adi/eka/anto)