0 menit baca 0 %

Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Kemenag Kampar Gelar Acara Halal Bi Halal

Ringkasan: Kampar (Inmas) Hari pertama masuk kerja pasca lebaran idul fitri 1438 H/ 2017 M, Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar mengadakan acara halal bi halal atau maaf memaafkan, hari senin (03/07) di ruang terbuka Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. sebelum acara halal bi halal ini diawali dengan apel pa...

Kampar (Inmas) โ€“ Hari pertama masuk kerja pasca lebaran idul fitri 1438 H/ 2017 M, Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar mengadakan acara halal bi halal atau maaf memaafkan, hari senin (03/07) di ruang terbuka Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. sebelum acara halal bi halal ini diawali dengan apel pagi yang langsung bertindak sebagai Pembina aple Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg.


Dalam amanatnya Alfian menghimbau kepada seluruh Pegawai untuk kembali aktif dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari sesuai denganย  Sasaran Kerja Pegawai (SKP) masing-masing. Jadikanlah bulan syawal ini bulan peningkatan semangat bekerja dan bulan peningkatan amal ibadah. Yang mana Secara etimologi, kita tau arti kata syawal adalah peningkatan. Hal itu merupakan target ibadah puasa.


Pasca-Ramadan diharapkan orang-orang yang beriman meraih derajat ketakwaan, seorang Muslim yang terlahir kembali seperti kertas yang masih bersih, sehingga di bulan Syawal ini kualitas keimanannya mengalami peningkatan. Tidak hanya kualitas ibadah, tetapi juga kualitas pribadinya, yang selama di bulan Ramadan dilatih secara lahir batin, ujar Alfian.


Makna dan semangat peningkatan amal ini dapat dilihat dari perintah puasa di bulan ini, walaupun hukumnya sunah, tetapi sangat dianjurkan (sunnah muakkad). Setelah berlebaran pada 1 Syawal, kaum Muslim dianjurkan agar berpuasa dalam bulan Syawal selama enam hari, tidak mesti berturut-turut. Sebab, puasa tersebut amat besar pahalanya. Rasulullah bersabda,"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan lalu berpuasa lagi enam hari di bulan Syawal, maka ia seolah-olah berpuasa selama satu tahun,โ€ jelas Alfian.


Dengan demikian, Idul Fitri dan Syawal sesungguhnya mengandung semangat peningkatan ibadah dan amal saleh. Oleh sebab itu, sayang rasanya apabila di antara kaum Muslim pasca-Ramadan, malah kembali melakukan dosa-dosa dan berpaling dari petunjuk Allah. Memang, pada dasarnya manusia tidak bisa lepas dari berbuat salah dan dosa. Tetapi, hendaknya kita berusaha untuk meminimalkannya agar tidak larut dalam hal tersebut. Begitu pula, kesucian diri kita harus dijaga dan dipelihara sepanjang waktu, sesuai dengan prinsip istiqomah yang diajarkan oleh Islam, harap Alfian


Sikap istikamah dalam beribadah dan berbuat baik harus kita jaga sampai malaikat maut mencabut nyawa kita. Semakin hari, hendaknya kita semakin giat lagi dalam beribadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT, karena usia kita tidak ada yang mengetahui, kecuali Allah SWT, pungkas Alfian. (Ags/Usm)