Inmas (Kemenag)โ Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MIN 1 Kuantan Singingi pada hari kedua berlangsung penuh semangat, inspirasi, dan kehangatan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta Bimtek dengan antusias tinggi, menandakan komitmen untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang berlandaskan cinta dan keikhlasan.
Dua narasumber inspiratif, Bapak Sawir Hasbi,S.Ag., M.Kom dan Ibu Jasti Ningsih, S.Pd.I tampil luar biasa dalam menyampaikan materi. Dengan gaya penyampaian yang inspiratif dan interaktif, keduanya mengajak para peserta untuk memahami lebih dalam filosofi dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yang menekankan pada pembelajaran bermakna, berkarakter, serta berpihak kepada peserta didik.
Menurut Bapak Sawir Hasbi, pembelajaran berbasis cinta harus dimulai dari hati seorang guru. โGuru yang mengajar dengan cinta akan melahirkan generasi yang cerdas, santun, dan berakhlak mulia,โ ujarnya.
Sementara itu, Ibu Jasti Ningsih menambahkan bahwa inovasi dan kreativitas guru menjadi kunci dalam menerapkan kurikulum ini di kelas. โCinta itu menggerakkan. Dengan cinta, guru mampu menciptakan suasana belajar yang hidup dan menyenangkan,โ tuturnya penuh semangat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala MIN 1 Kuansing, Susanti Apriani, S.Pd menyampaikan jargon Madrasah yang menjadi penyemangat bagi seluruh guru MIN 1 Kuansing pada Bimtek hari ini yaitu:
*โKami Siap Terbang Dengan Cinta, Membawa Kurikulum Berbasis Cinta Ke Langit Yang Lebih Tinggi.โ*
Jargon tersebut menggambarkan tekad kuat seluruh warga MIN 1 Kuansing untuk terus mengembangkan pembelajaran dengan semangat cinta, keikhlasan, dan dedikasi tanpa batas.
Kegiatan Bimtek hari kedua ini tidak hanya memperkaya wawasan dan keterampilan para guru, tetapi juga mempererat kebersamaan dan semangat pengabdian dalam mewujudkan madrasah yang unggul, inspiratif, dan berkarakter. (Devi Amalia)