Kampar (Inmas) – Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional (UN), tahun pelajaran 2015/2016, tingkat MTs/SMP, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, terus memantau atau memonitoring pelaksanan UN. Pada hari ketiga ini, Kakan Kemenag Kampar langsung memonitoring pelaksanaan UN di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) An Nur, Perhentian Raja, hari rabu (11/05).
Dalam monitoring tersebut Fairus mengatakan, Masalah pendidikan di Kab. Kampar, terutama di Madrasah, akan selalu kita prioritaskan. Karena tujuan dari pendidikan ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Jika pendidikan ini tidak jalan, tentu hal ini akan sangat merugikan kita semua.
Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, yakni tujuan pendidikan nasional adalah “mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Ucap Fairus.
Oleh karena itu, jika ada pendidikan di Kab. Kampar, terutama di madrasah-madarasah yang lumpuh alias proses belajar mengajarnya terganggu, kita akan turun langsung. Seperti yang terjadi di Desa Tarantang, Kec. Tambang, beberapa hari yang lalu, jelas Fairus.
Alhamdulillah, dengan turunnya kita ke Desa Terantang pada beberapa hari yang lalu, tepatnya hari selasa (03/05), ada membawa perubahan yang cukup signifikan, dan masyarakat sangat bangga dan berterima kasih, karena kita bisa menampung aspirasi dan memberikan motivasi dan solusi. Walaupun ada sebahagian kecil orang yang mempelesetkan berita kita turun, bahkan ada isu yang berkembang, Kemenag Kampar melarang siswa untuk pergi kesekolah, itu semua bertolak belakang dengan apa yang sesungguhnya terjadi dilapangan. Bahkan kita bersikeras, agar masyarakat tidak takut dengan polisi, dan anaknya bisa kembali pergi kesekolah, pungkas Fairus. (Ags)
(edit:vera)