Kampar (Inmas) - Plt
Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH menyampaikan berbagai kemajuan
pembangunan Kabupaten Kampar pada acara Sidang Paripurna Istimewa tentang Hari
Jadi ke-69 Kabupaten Kampar di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Kampar. Rabu,6/2
“Dalam perjalanan
membangun negeri ini, lebih kurang satu tahun depalan bulan dapat kami
sampaikan pembangunan yang telah kita lakukan bersama sampai dengan tahun 2018
diantaranya, untuk pertama kali Kota Bangkinang meraih anugerah piala adipura
kategori kota kecil sebagai kado terindah untuk hari jadi Kabupaten
Kampar.”ujar Catur
Kabupaten Kampar juga
mendapatkan penghargaan dari Pemerintah RI melalui Kementerian Hukum dan Ham
sebagai Kabupaten Peduli HAM, penataan dan berfungsinya kawasan water front
city (Bangkinang Riverside), kawasan Islamic Center, kawasan wisata PLTA Koto
Panjang seperti Ulu Kasok, Gulamo, Danau Rusa, Tepian Mahligai dan lain-lain.
Kemudian pembangunan
jalan akses antar kecamatan dan desa yang tersebar di Kampar bagian utara
(Tapung Raya), Kaampar bagian tengah dan rantau Kampar kiri, pembangunan
jembatan dengan rincian jembatan besi 3 unit, jembatan beton 1 unit dan
jembatan gantung 3 unit.
Kabupaten Kampar 2 tahun
berturut-turut memperoleh prediket Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan
keuangan daerah Kabupaten Kampar tahun 2016-2017, yangtelah mendapatkan dan
insentif pembangunan daerah dari Pemerinrtah Pusat sebesar Rp.36,8 miliar untuk
tahun anggaran 2019.
Pengadaan dan penyerahaan
ambulan desa sebanyak 48 unit yang terdiri dari 40 ambulan darat dan 8 ambulan
air, memberikan umroh bagi tokoh panutan masyarakat Kabupaten Kampar total 60
orang yang terdiri dari ulama, tokoh masyarakat, imam mesjid, bilal, khatib,
gharim, guru ngaji, penyuluh agama dan tokoh adat.
Penerapan program pembayaran
non tunai yang menjadi salah satu daerah pilot project dari 12 daerah
Kabupaten/Kota dan Provinsi se-Indonesia, melakukan inovasi pembayaran belanja
daerah melalui sistim (E-Payment) yang pertama di Provinsi Riau dan Sumatera,
penerapan E-Planning pada proses perencanaan Pembangunan Daerah.
Selanjutnya, pengesahaan
rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kampar yang saat ini menunggu
evaluasi dari Pemerintah Provinsi Riau. Terpilihnya desa Gunung Sari Kecamatan
Gunung Sahilan sebagai desa Mandiri Terbaik di
Provinsi Riau yang menjadi utusan Provinsi Riau ke Tingkat Nasional.
Penyediaan transportasi
perintis bus Damri rute Bangkinang sekitarnya ke Bandara SSK II dan rute
Bangkinang-Muara Takus sebagai sarana prasarana penunjang parawisata.
Pembangunan ruas jalan Pekanbaru-Bangkinang (2 Jalur) sepanjang 17,5 KM (APBN),
bedah rumah dari dana APBD Kabupaten Kampar, Provinsi dsn APBN ditahun 2017
sebanyak 80 unit dan 2018 sebanyak 1.004 unit serta program kegiatan
pengembangan kawasan dan infrastruktur lainnya
“Perencanaan pembangunan
jalan dan jembatana penghubung antar kecamatan dan desa, perencanaan
pembangunan gedung kantor pelayanan pemerintah terpadu 8 lantai, perencanaan
pembangunan menara Riverside, perencanaan Kawasan Industri (KIK) di wilayah
Kabupaten Kampar penyangga kota Pekanbaru.”papar Catur
Pembangunan kawasan
Integrated Cold Storage (ICS) perikanan di Koto Perambahan (pabrik pengelolahan
dan pembekuan untuk di ekspor), pembukaan jalan Sei Jernih-Sei Poro sebagai
rute alternative Pekanbaru-Bangkinang dan juga membuka daerah-daerah baru yang
dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Persiapan membuka jalur
interprestasi sebagai jalur penghubung darat pertama desa-desa dalam kawasan
suaka marga satwa Bukit Rimbang Bukit Baling sebagai upaya membuka
keterisoliran masyarakat sekaligus menjaga menjaga kelestarian kawasan tersebut.
Disektor peningkatan
produksi hasil pertanian yakni tanaman padi dari 1 kali setahun menjadi 2 kali
setahun dengan meningkatan produktivitas yang sebleumnya hanya 4 ton/Ha menjadi
4 ton/Ha. Ahli teknologi pengembangan padi dari konvensional menjadi modern
(mekanisasai) dan peningkatan jaringan irigasi pertanian.
Realisasi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 sebesar Rp.211 miliar lebih, dengan
peningkatan di sektor pajak daerah mencapai Rp.114 miliar lebih dan peningkatan
angka kunjungan wisata dari 847.308 jiwa menjadi 1.651.421 jiwa dengan
peningkatan perputaran uang dari Rp.17 miliar menjadi Rp.miliar pada tahun
2018. (Ags/Usm)