0 menit baca 0 %

Hari Ini 5 Pintu PLTA Kembali Dibuka, Kakan Kemenag Kampar Himbau Masyarakat Untuk Lebih Meningkatkan Lagi Kewaspadaan

Ringkasan: Kampar (Inmas) - Hari Ini 5 Pintu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang kembali dibuka, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi  Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terutama yang berada disenajang a...

Kampar (Inmas) - Hari Ini 5 Pintu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang kembali dibuka, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi  Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terutama yang berada disenajang alirian sungai kampar,  untuk lebih meningkatkan lagi kewaspadaan dan kehati-hatinnya. Demikian diampaikannya hari senin (10/12/2018) diruang kerjanya.


Alfian mengatakan, sesuai informasi yang disampaikan pihak Manajemen Unit Layanan PLTA Koto Panjang, Pagi ini elevasi waduk PLTA mengalami penurunan dibandingkan pagi kemarin (minggu, 9 Desember 2018), namun elevasi waduk yang masih jauh diatas “NORMAL”. Elevasi Normal : 82.50 mDPL. Elevasi saat ini : 84.20 mDPL (jam 08.00 wib). Pihak PLTA kembali memutuskan untuk tetap mempertahankan tinggi buka pintu pelimpah (spillway gate) di 5 pintu x 150 cm.


Untuk itu, diharapkan bagi masyarakat yang beraktifitas dan bertempat tinggal di sepanjang aliran sungai kampar untuk lebih berhati hati dan meningkatkan ke waspadaan dengan naiknya dan derasnya aliran sungai, terutama bagi Madrasah atau Kantor Urusan Agama (KUA) kita yang terletak di sepanjang aliran sungai Kampar atau didataran rendah, untuk mengamankan barang-barang berharganya, tegas Alfian.


Saat ini sudah ada beberapa Madrasah kita yang telah melaporkan tentang kejadian banjir ini. Yang mana proses belajar mengajar di Madarsah tersebut, lumpuh total. Tinggi air di Madrasah tersebut mencapai 60 cm, atau setinggi lutut orang dewasa. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian kita, agar hal-hal yang tidak kita inginkan, tidak terjadi, pungkas Alfian.  (Ags/Usm)