0 menit baca 0 %

Hampir 90% Madrasah di Indonesia Dikelola Swasta

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kontribusi Kementerian Agama terhadap pendidikan khususnya Madrasah dan Pendidikan Agama sangat signifikan. Hal tersebut dipaparkan oleh Menteri Agama RI Drs. H. Suryadharma Ali M.Si di hadapan karyawan dan keluarga besar Kementerian Agama yang menghadiri acara Malam Resepsi Hari...
Pekanbaru (Humas)- Kontribusi Kementerian Agama terhadap pendidikan khususnya Madrasah dan Pendidikan Agama sangat signifikan. Hal tersebut dipaparkan oleh Menteri Agama RI Drs. H. Suryadharma Ali M.Si di hadapan karyawan dan keluarga besar Kementerian Agama yang menghadiri acara Malam Resepsi Hari Amal Bakti (HAB) ke-65 Kementerian Agama di Hotel Mutiara Merdeka, Selasa Malam (4/1). "Kalau kita bandingkan antara Kemendiknas dan Kemenag dalam mengelola sekolah/madrasah akan terlihat kesenjangan yang sangat besar. Kemendiknas mengelola 90% sekolah negeri dan 10% swasta. Sedangkan Kemenag kebalikannya, hanya mengelola 8,5% negeri dan hampir 91,5% swasta. Karena itu perlu adanya perimbangan yang proporsional agar pendidikan umum dan pendidikan agama berjalan seimbang. Dengan kondisi seperti itu, tak heran kalau masih ada guru-guru madrasah, pesantren, guru ngaji yang bergaji Rp 500 ribu, Rp 300 ribu, bahkan Rp 150 ribu. Mereka ini jumlahnya sangat besar yang tersebar di madrasah-madrasah yang jumlahnya 91,5% itu. Coba bandingkan dengan guru-guru di Kemendiknas, pada umumnya sudah mendapat jaminan kesejahteraan dari pemerintah, karena sebagian besar mengajar di sekolah-sekolah negeri," papar Suryadharma Ali. Menyinggung pembangun agama dan pendidikan agama di Riau, Menteri Agama menantang kesiapan Provinsi Riau untuk mewujudkan sekolah gratis mulai dari Ibtidaiyyah sampai Madrasah Aliyah dalam rangka mendukung program Wajib Belajar yang dicanagkan pemerintah. `Kalau kita perhatikan anggaran pendidikan, saat ini sudah mencapai sekitar 20% dari APBN. Di Kementerian Agama, anggaran bidang pendidikan ini mencapai Rp27 triliun dibanding bidang haji yang hanya bernilai Rp 170M. Dengan jumlah sebesar itu, maka sanggupkah kita di Riau ini tahun 2011 ini menggratiskan sekolah/madrasah sampai ke jenjang Aliyah. Itu baru bisa berjalan apabila ada sharing dana APBN melalu Kemenag RI dan APBD melalui Pemerintah provinsi. Saya menunggu kesiapannya awal tahun ini (Juni), kalau belum siap di 2012", ucap Menag di hadapan Gubernur Riau HM Rusli Zainal yang disambut senyum serta applaus hadirin. (as).