Rokan Hilir (Inmas)- Merupakan budaya Melayu setiap mengawali acara resmi dengan tari persembahan sebagai ungkapan selamat datang kepada para tetamu yang hadir. Lemah gemulai tari persembahan yang dibawakan oleh siswi siswi MTs Negeri 3 Rokan Hilir pada acara peresmian MTs Negeri 3 Rokan Hilir, Selasa (5/3/2019).
Sebelum dinegerikan, MTs tersebut bernama MTS Nurul Wathan yang berdiri dan dibangun pada tahun 1960 secara swadaya masyarakat dibawah naungan Yayasan Nurul Wathan, sebagai pendirinya adalah H. Muhammad Nur ayah dari mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Riau DR. H. Asyari Nur, SH. MM.
Usai tari persembahan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh hadirin dan pembacaan ayat suci Al quran Surat Ali Imran ayat 102 – 103 oleh alumni MTs Nurul Wathan yang baru saja diwisuda di UIN Suska tahun ini, Imam Sobirin dan sari dibawah Sri Wahyuni. Dilanjutkan dengan kompaknya paduan suara siswa siswi MTs Negeri 3 Rokan Hilir dalam membawakan lagu Mars dan Himne Madrasah.
Sebelum peresmian dilakukan terlebih sambutan dari beberapa tokoh diantaranya anak Ketua Yayasan Nurul Wathan, DR. H. Asyari Nur, SH. MM sebagai tokoh pendidikan Rokan Hilir. Beliau menceritakan pendirian MTs Nurul Wathan, Sungai Rangau Kec. Rantau Kopar. Bahwa tanah MTs ini wakaf dari Datuknya sendiri yang bernama Syeikh Abdurrahman termasuk tanah pekuburan. Dan tak jauh dari itu rumah kediaman beliau. “sewaktu saya bertugas di Bengkalis, sebenarnya tanah wakaf sudah kami selesaikan, secara simbolis dulu diserahkan oleh Harmoko, tapi entah kenapa sertifikat kok pada hilang, maka diulang kembali pengurusannya itu,” ungkapnya.
Dan yang paling lucu lagi, katanya, ketika tanah ini diurus kembali ternyata areal ini termasuk hutan lindung. “Saya lahir di sini, besar di sini, sampai sekarang masih masuk kedalam hutan lindung, ini kelemahan tata ruang kita di Riau yang harus kita tuntaskan, maka Riau ini lambat majunya karena tata ruang, sertifikat tanah yang sampai sekarang belum bisa diselesaikan,” ungkapnya sambil menyebut salah satu anggota DPRD Riau yang hadir.
Selanjutnya beliau mengatakan bahwa ayah saya mendirikan Madrasah ini bersama tokoh tokoh masyarakat. Saya ingat ayah saya dalam memperjuangkan ini menghinakan dirinya setiap Sabtu meminta sumbangan kepada masyarakat untuk Masjid dan Madrasah ini. “kalau ayah saya sakit, saya menggantikan dirinya meminta sedekah, kalau saya ingat itu malu saya, maka sekarang jangan ada lagi yang meminta minta sedekah seperti saya dulu,” ujarnya dengan raut mengingat masa lalu.
Itulah ayah H. Asyari Nur dalam mendirikan masjid dan Madrasah ini banyak dibantu tokoh tokoh lain diantaranya beliau menyebutkan Bapak Kapolsek yang bernama Syamsul Qamar, Raja terakhir Kunto Darussalam. “orangnya berbadan kecil, mungkin polisi yang badannya kecil adalah beliau, bahu membahu membantu ayah saya membangun masjid dan Madrasah ini dan saya sempat SD di sini,” jelasnya.
H. Asyari Nur pun meminta kepada yang hadir untuk membacakan Alfaatihah untuk siapa saja yang disebut atau tidak yang sudah berjasa dalam mendirikan masjid dan Madrasah ini. “alaa hadzihinniyyah wa kulli niyyatin sholihah, Alfaatihah,” ucapnya.
Selama H. Asyari Nur menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Riau, ada 22 madrasah yang diajukan penegerian. 14 dari 22 telah dinegerikan. “inilah pentingnya kita mempunya orang orang di atas untuk menggoreng dan menggiring sehingga madrasah ini bisa dinegerikan,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya beliau pun memperjuangkan agar tanah tanah Kantor KUA harus dihibahkan kepada Kementerian Agama, sebagai wujud good government.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Rohil H. Agustiar dalam sambutannya mengatakan bahwa hari ini adalah hari yang bersejarah, hari bahagia dan kebanggaan bersama, karena hari ini kita resmikan MTs N 3 Rohil ini. Jika melihat perjalan sejarah dan perjuangan untuk proses penegerian ini, sejak tahun 2010, waktu itu dimulai oleh Bapak Ruslan MD (Kakan Kemenag 2003-2010) mengusulkan untuk penegerian 2 madrasah, 1 di Sungai Rangau dan 1 lagi di Bagan Batu. “Saya diangkat sebagai Kepala Kankemenag Rohil tahun 2010 dan melanjutkan yang sudah dirintis oleh Bapak Ruslan,” ujarnya.
H. Agustiar tidak menyangka bahkan sudah berputus asa, sejak tahun 2010 sampai 2017 lahirlah peraturan Dirjen tentang Fillial Madrasah. Sebelumnya beliau agak ragu, apakah iya madrasah ini betul betul menjadi negeri. Tapi setelah keluar SK dari Dirjen tentang Fillial ini, timbul semangat baru H. Agustiar. Sehingga pada tanggal 27 Agustus 2018, yang selama ini H. Agus nantikan, keluarlah PMA 535 tahun 2018. “penantian yang cukup lama dan perjuangan yang panjang, membuat kami berputus asa. Tapi berkat perjuangan baik di Kanwil maupun di Jakarta dan semua masyarakat, akhirnya hari ini sudah dibuktikan bahwa madrasah itu sudah negeri,” ungkapnya dengan rasa bangga.
H. Agustiar berharap kepada masyarakat, tidak usah ragu ragu untuk memasukkan anak anak ibu bapak ke madrasah ini karena statusnya sudah negeri dengan dikeluarkannya PMA 535 tahun 2018. “mari kita sama sama kita ramaikan, kita jadikan sekolah ini sekolah unggulan di Rantau Kopar ini, karena satu satunya madrasah yang negeri di Rantau Kopar ini yakni MTs Negeri 3 Rokan Hilir,” ajaknya.
Setelah itu penyerahan SK penegerian MTs N 3 Rohil oleh Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Bapak Hera Firmansya. Selanjutnya menyampaikan sambutan yang intinya Kanwil Kemenag Riau akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat terutama dalam usaha penegerian madrasah.
Acara yang ditunggu tunggu masyarakat telah di bacakan pembawa acara, yakni peresmian yang dilakukan oleh Bupati Rokan Hilir yang diwakili Camat Rantau Kopar, Syamsuri, S.Pd.I. Dengan membacakan Basmallah dilanjutkan dengan membuka tabir penutup papan nama Madrasah, Resmilah sudah MTs Nurul Wathan mebjadi MTs Negeri 3 Rokan Hilir.
Hadir di acara tersebut selain yang telah memmberikan sambutan di atas, salah satu pimpinan DPRD Riau, H. Husaimi Hamidi, Sekretaris Masjid Istiqlal dan Ketua Umum Yayasan Istiqlal Indonesia, H. Rusli Efendi, anggota DPRD Rokan Hilir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir tahun tahun 2003-2010, H. Ruslan MD, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Rantau Kopar, Sugeng Riadi, Kapolsek Rantau Kopar, Kepala MTS Negeri 1 Rokan Hilir, Hasbullah, Kepala MTS Negeri 2 Rokan Hilir, Hj. Sori Alam, Kepala MTS Negeri 4 Bengkalis, seluruh Kepala Sekolah se Kecamatan Rantau Kopar, Datuk penghulu/Lurah se Kecamatan Rantau Kopar serta serta para wali murid dan undangan lainnya. (Nsh)