0 menit baca 0 %

Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren, Direktur Pd Pontren Ungkapkan Hal Ini

Ringkasan: Jepara (Inmas) - Bertempat di Ghripta Hotel Kudus, Sabtu (02/12) berlangsung Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia. Acara halaqah yang merupakan bagian rangkaian kegiatan MQK ke VI di Jepara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini menghadirkan empat narasumber diantaranya Dirketur Pd Pontren...

Jepara (Inmas) - Bertempat di Ghripta Hotel Kudus, Sabtu (02/12) berlangsung Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia. Acara halaqah yang merupakan bagian rangkaian kegiatan MQK ke VI di Jepara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini menghadirkan empat narasumber diantaranya Dirketur Pd Pontren Dr H Ahmad Zayadi MPd,  Tgk. h Mukhlis Hasan MA bidang Pontren Kemenag Aceh, DPP FKDT Dr H Suwendi MAg,  tuan rumah MQK ke VI Jepara,  Mantan Direktur Pd Pontren RI Drs H Ace Saefuddin MA.

Kegiatan halaqah ini mengupas beberapa hal terkait penjaminan mutu pondok pesantren dan standarisasi kitab kuning pondok pesantren, RUU pendidikan keagamaan dan pondok pesantren : Progres, tantangan dan peluang.

Direktur Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren KH DR H Ahmad Zayadi MPd, yang dihadirkan sebagai narasumber sekaligus membuka kegiatan halaqah tersebut. Ia mengutip yang disampaikan Menag pada saat pembukaan MQK kemarin, bahwa MQK adalah Olimpiadenya pondok pesantren, karena dengan olimpiade pesantren ini kita bisa memastikan MQK adalah salah satu instrumen, disamping sebagai musabaqah namun juga upaya Kemenag untuk melembagakan tradisi akademis tafakufiddin yang ada di pondok. 

"Kalau terlembagakan, maka paling tidak tradisi pondok pesantren itu akan terjaga, dan jati diri pondok akan selalu mencuat ditengah masyarakat", katanya. Apalagi hari ini terjadi penurunan mindset sebagian santri kita yang terjebak fungsi fungsi yang terdapat di sekolah lainnya", ucapnya.

Kedua, lanjutnya MQK sebagai instrumen dalam rangka untuk merawat nilai nilai pesantren dan tradisi agung pesantren, sehingga kita mampu menjamin sampai kapanpun nilai dan tradisi pondok akan lebih dikenal publik, tidak hanya semata mata di lingkungan pesantren tapi dikenal masyarakat secara luas. 

Selain Itu Even yang diselenggarakan dalam MQK ini menurutnya yang tak kalah penting adalah halaqah pimpinan pondok pesantren."Halaqah ini dapat merumuskan hal hal baru dan format kedepan terkait pengembangan pendidikan pesantren, pendidikan diniyah takmliyah, sehingga santri ini mampu merespons kebutuhannya pada jamannya.

"Sudah seharusnya pesan pesan pesantren ini kita kemas dengan perangkat perangkat now dan di kembangkan sesuai dengan zamannya, seperti  yang ramai dibicarakan oleh generasi now", tekan Ahmad Zayadi. 

Selain itu ia mengaku halaqah pihaknya ingin menyiapkan dan memastikan bahwa pesantren siap menjadi destinasi bukan hanya dalam konteks destinasi pendidikan pada tingkat regional, tapi juga insyaallah menjadi destinasi tingkat internasional, ujarnya optimis. 

Hari ini di perguruan tinggi umum tercatat memiliki internasional student, maka di pesantren kita punya santri internasional, mereka berasal bukan hanya dari wilayah asia tenggara, tetapi juga berasal dari wilayah timur tengah. "Ini menarik, karena santri kita juga ada yang berasal dsri yaman, sudan, dan insyaallah Timur Tengah juga akan berkiblat ke pesantren di Indonesia", harapnya. 

Tantangan kedepan dalam konteks relasi negara dan bangsa, dalam konteks indonesia yang religius dan mampu beragama dalam konteks indonesia yang plural, penting kiranya pengenalan atas perbedaan dalam kehidupan berbangsa terhadap santri santri kita, jelasnya.

Dengan adanya cabang baru dalam MQK tahun ini yakni debat konstitusi berbasis kitab kuning bisa makin memantapkan pengetahuan wawasan kebangsaan santri. "Mungkin juga karena hal ini dikatakan Menag MQk adalah olimpiade nya pondok pesantren", ulangnya menegaskan.

"Pesantren itu produk asli Indonesia, karena fakta sejarah mencatat peran santri untuk keutuhan NKRI sangat luarbiasa, ia tumbuh dan berkembang dari rahim Indonesia yang menampilkan karakter lokal yang khas sekaligus sebagai kawah munculnya pribadi yang kuat dalam kajian keagamaan dan kajian komitmen kebangsaannya.(vera)