Hakam : Mari Kita Perbaiki Hubungan Silaturrahim
Ringkasan:
Kampar (Humas) – Dalam kehidupan kita, selalu saja ada sisi positif dan negatif dalam interaksi kita dengan sesama. Positif ketika interaksi kita tidak membawa kekecewaan, bahkan yang ada adalah saling tolong menolong sesama mukmin, saling sayang menyayangi sesama mukmin.
Kampar (Humas) – Dalam kehidupan kita, selalu saja ada sisi positif dan negatif dalam interaksi kita dengan sesama. Positif ketika interaksi kita tidak membawa kekecewaan, bahkan yang ada adalah saling tolong menolong sesama mukmin, saling sayang menyayangi sesama mukmin. Dan negatif akan timbul, saat interaksi kita dengan orang lain membuahkan kekecewaan yang tidak jarang bisa berakibat memutuskan silaturahim dan menimbulkan kebencian. oleh karena itu, dibulan yang penuh berkah, rahmat dan maghfiroh ini mari kita senantiasa mempererat tali silaturrahim antar sesama. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg dalam Tausiyahnya hari kamis (11/07) Ba’da Dzuhur di Musholla Miftahul ‘Ilmi Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar.
Hakam mengatakan, Pernik-pernik kehidupan nyata yang kadang tidak selalu seindah yang kita inginkan. Dalam interaksi kita dengan orang lain, bisa saja terjadi khilaf dan salah paham, yang membuat jalinan persaudaraan atau pertemanan menjadi tidak harmonis. Berawal dari khilaf dan salah paham inilah yang sering mengakiibatkan dua orang yang pada awalnya saling menyayangi dan memperhatikan satu sama lain, menjadi renggang, menjadi jauh. Dan muncullah kekakuan-kekakuan dalam hubungan. Interaksi persaudaraan, persahabatan, pertemanan menjadi hambar. Sapaan cuma basa-basi. Tidak ada lagi kerinduan, yang ada hanyalah kekecewaan dan kebencian.
Bahkan yang lebih repot lagi saat ketidakharmonisan hubungan itu menular ke orang lain, Keretakan persaudaraan dan pertemanan atau persahabatan bukan lagi hubungan antar dua pihak semata, bahkan merembet, Bisa jadi seluruh keluarga dan atau seluruh teman dekat kita pun akan ikut menjauhi dan ikut memutus hubungan silaturahim, dikarenakan masalah pribadi kita dengan seseorang. Hal seperti ini pernah dikatakan Rasulullah SAW. “Cinta bisa berkelanjutan (diwariskan) dan benci pun demikian.†(HR. Al-Bukhari)
Salah satu sebab yang menjadikan begitu sulitnya kita menjalin kembali hubungan yang telah renggang adalah karena tertutupnya peluang berkomunikasi. Biasanya masing-masing saling bertahan dan saling menunggu untuk tidak memulai komonikasi duluan. Bagi beberapa orang kadang memang tidak mudah menggerakkan hati untuk memulai komunikasi atau berkunjung ke orang yang pernah dibenci.
Mungkin masih terngiang seperti apa sakitnya hati dan begitu berat beban batin.. Terlebih ketika setan terus mengipas-ngipas bara luka lama. Saat itulah, setan mempengaruhi seseorang bahwa dia adalah pihak yang patut dihubungi dan atau dikunjungi terlebih dahulu.
Bukankah Rasulullah SAW telah menegaskan dalam sabdanya : Sambunglah orang yang memutus silaturahim denganmu. Berilah hadiah kepada orang yang enggan memberimu, Dan jangan hiraukan orang yang menzalimi kamu.†(HR. Ahmad)
Mari kita Perhatikan dan renungkan dengan seksama sabda Rasulullah SAW berikut ini “tidak halal bagi seorang muslim menjauhi (memutuskan hubungan) dengan saudaranya melebihi tiga malam. hendaklah mereka bertemu untuk berdialog, mengemukakan isi hati. dan yang terbaik adalah yang pertama memberi salam (menyapa).†(HR. Bukhari).
Lebih lanjut Hakam mengatakan, Agama Islam ini mengajak kita untuk menjauhi segala macam bentuk pemutusan hubungan tali silaturahim, menjauhi dendam dan kebencian. Karena itu, jika ada seseorang yang menjauhi kita dan memutus tali silaturrahmi dengan kita, maka kita diharapkan proaktif untuk memperbaiki dan membangun hubungan dengan orang yang memutuskannya, agar hubungan tersebut bisa baik kembali. Hal ini memang tidak mudah dilakukan, terlebih lagi kalau kita berada dipihak yang benar atau pihak yang disakiti. Tetapi percayalah, apabila kita melakukannya tulus ikhlas karena Allah, Insya Allah tidak akan sulit, tutupnya. (Ags)