0 menit baca 0 %

Hakam Buka-Bukaan Soal Madrasah

Ringkasan: Kampar (Humas) – Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg buka-bukaan soal Madrasah. Hal ini disampaikan beliau saat pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kampar hari selasa (20/01) di aula mini Kantor Kementerian Agama Kab.

Kampar (Humas) – Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg buka-bukaan soal Madrasah. Hal ini disampaikan beliau saat pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kampar hari selasa (20/01) di aula mini Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Pertemuan ini membahas seputar pendidikan di Kab. Kampar yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas P&K H Nasrul Zein MPd beserta rombongan, Kasi Pendidikan Madrasah Muhammad Yamin, para Pengawas dan para undangan lainnya.


Dalam pertemuan tersebut Hakam mengatakan, Pendidikan di Madarasah adalah pendidikan yang telah lama menerapkan kurikulum 2013 yang garis besarnya adalah pendidikan karakter. Oleh karena itu, hingga saat ini tidak ada kita mendengar Madrasah yang tauran antar sesam mereka.


Lebih lanjut Hakam mengatakan, Madarsah ini memang dalam naungan Kementerian Agama, namun perlu dicatat bahwasanya Madrasah yang mendapat bantuan dari pusat (Kementerian Agama) hanya Madrasah Negeri saja. Dari data yang kita peroleh, untuk Madarasah Ibtidaiyah (MI) dari jumlah 18 lokasi, baru 1 lokasi yang Negeri. Untuk Madarsah Tsanawiyah (MTs) dari jumlah 82 lokasi, baru 9 lokasi yang Negeri, dan untuk Madarsah Aliyah (MA) yang jumlahnya lebih dari 40 lokasi, baru 3 yang Negeri.


Ini artinya dari 140 lebih Madrasah, baru 13 Madarsah yang statusnya Negeri. Oleh karena itu, jika Madarsah yang swasta tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah terutama Pemerintah Daerah (Pemda), maka Madrasah tersebut biaya operasionalnya hanya apa adanya saja. Padahal mereka yang bersekolah disana adalah anak-anak kita juga (putra dan putri Kab. Kampar). Sungguh ironis kiranya, jika Pemda kita hanya membantu sekolah yang dibawah naungan Dinas P&K bahkan kita mendengar mulai dari SD-SMA, biaya sekolahnya gratis, sementara sekolah dalam naungan Kementerian Agama (Madasrah) di abaikan.


Jika hal ini kita biarkan terlalu lama, tentunya anak-anak kita lebih memilih bersekolah ditempat yang gratis ketimbang bersekolah yang memungut biaya. Hal ini telah dibuktikan dengan menurunnya siswa Madrasah sejak digratiskannya pendidikan di sekolah umum. Andai kata nanti, generasi muda kita jauh dari ajaran agama (tidak berminat lagi belajar ilmu agama) jangan salahkan kami, karena hal ini telah kami sampaikan berkali-kali baik melalui pertemuan dengan anggota DPRD maupun dengan yang lainnya.


Dengan hadirnya Bapak Kepala Dinas P&K dalam pertemuan ini, mudah-mudahan membawa angin segar bagi anak-anak kita yang bersekolah di Madrasah-Madrasah. Untuk itu, dengan kerendahan hati, saya mewakili Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati dan Bapak Kepala Dinas beserta rombongan, atas niat baik dan bantuan yang telah diberikan kepada kami  selama ini. Mudah-mudahan, melalui pertemuan ini kita bisa saling bekerja sama dalam memajukan pendidikan di Kab. Kampar yang sama-sam kita cintai ini, sehingga pilar pertama pembangunan Kab. Kampar yakni Peningkatan Ahlak dan moral  dan pilar ketiga meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bisa kita wujudkan, tegas Hakam. *** (Ags)