0 menit baca 0 %

Hadirkan Pemateri PR, Peserta Diklat Kehumasan se-Indonesia Dibekali Materi ini

Ringkasan: Tangsel (Inmas) -  Senin, 27/11 bertempat di gedung  V lantai I Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, 40 peserta yang berasal dari 28 provinsi begitu bersemangat mengikuti setiap materi yang diberikan para narasumber.Menariknya, narasumber yang dihadirkan pada diklat t...

Tangsel (Inmas) -  Senin, 27/11 bertempat di gedung  V lantai I Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, 40 peserta yang berasal dari 28 provinsi begitu bersemangat mengikuti setiap materi yang diberikan para narasumber.

Menariknya, narasumber yang dihadirkan pada diklat tersebut adalah Public relation sekaligus dosen yang  memiliki jam terbang tinggi . Satu diantara tiga pemateri yang dihadirkan pada diklat tersebut  masih terbilang muda belia. Pemateri yang sejak awal terlihat begitu percaya diri dan energik menyapa seluruh peserta. Pemateri yang sehari hari berprofesi sebagai dosen sekaligus public relations pada beberapa perusahaan ternama Octaviniant Aspary yang memaparkan tuntas materi tentang Media Handling. Dengan penuh percaya diri dan menarik ia menyajikan materi tentang media handling yang digeluti oleh seorang humas.

Alumni Fakultas social dan Politik Universitas Bakrie itu mengatakan, mengatakan humas pemerintahan hari ini harus menguasai kemampuan teknis seperti menulis press release dan mampu membuat siaran pers yang menggunakan rumus 5W 1 H. Hal tersebut dimulai dari judul, kutipan, foto, tanpa melepaskan isi release berita kutipan, pesan kunsi, logo, jelas wanita berusia 25 tahun itu.

Narasumber lainnya bernama Hailillah Tri Ghandiwati MSi, mengupas habis bagaimana menariknya dunia public relation yang dikemas apik dalam satu materi “Publisititas”. Salah  satu materi yang mampu memancing alotnya diskusi tanya jawab adalah cara menulis feature (tulisan hasil reportase mengenai suatu objek peristiwa yang bersifat memberikan informasi. Ia memaparkan tentang bagaimana cara membuat Feature yang baik. Menurutnya sebuah feature tidak terlepas dari lima unsur antara lain judul, lead bridge, body dan cunclusion (penutup).

Hailillah mengatakan feature itu sendiri ada lima jenis, yaitu feature minat insani, feature sejarah, feature perjalanan, feature yang mengajarkan keahlian,  dan feature ilmiah.

Hingga malam,  materi yang disuguhkan oleh Endah Prasetyani mampu membuat semangat peserta kembali muncul setelah seharian berkutat dengan materi diklat. Dalam materinya ia membahas tentang urgennya stakeholder Relations dalam dunia birokrasi pemerintahan  Menurutnya peran humas dalam komunikasi internal adalah menumbuhkan perasaan committed pada diri tiap anggota bahwa mereka dapat memberikan sumbangan terbaiknya bagi organisasi. Ia menilai humas itu jembatan yang kokoh yang bisa dilewati banyak orang.

Wanita humoris itu menekankan pentingnya peran humas dalam menghubungkan stakeholder internal dengan stakeholder eksternal. Rasa percaya diri, rasa bangga dan loyalitas yang tinggi akan memperkuat komunikasi internal dalam lingkungan kerja setiap ASN. Ia menilai Kemenag adalah lembaga istimewa yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat. “Maka perlakukanlah dan layanilah mereka dengan baik, karena jasa dan produk yang dihadirkan Kemenag sangat terkait dengan banyak lembaga lainnya”, ucap Endah.

“Yang banyak terjadi di lapangan, kita berhubungan dengan masyarakat hanya terbatas kepentingan pekerjaan semata”, imbuhnya. Harusnya kita bisa membangun hubungan baik itu dengan masyarakat. Dipenghujung materi wanita yang pernah mengabdi di Kementerian Agama ini mengingatkan, setiap organisasi tidak dapat lepas dari lingkungan dan komunitas di sekililingnya, maka sangat penting membangun hubungan baik dengan lingkungan internal dan masyarakat dalam upaya membangun citra positif dan reputasi sebuah lembaga.(vera)