0 menit baca 0 %

Hadapi UAMBN BK, MA Hidayatul Mubtadiin Ajak Siswa Bertawassul Kepada Ulama dan Auliya.

Ringkasan: Meranti (Inmas)- Hadapi UAMBN BK, Para siswa MA.Hidayatul Mubtadiin semukut,  mengadakan ziaroh di makam para aulya agar ilmu yg di peroleh bermanfaat dan mendapat keberkahan.Menurut Kepala MA Hidayatul Mubtadiin Tatang Hadi Mashudy.S.Ag Sebelum menghadapi UAMBN BK dan UNBN BK.

Meranti (Inmas)- Hadapi UAMBN BK, Para siswa MA.Hidayatul Mubtadiin semukut,  mengadakan ziaroh di makam para aulya agar ilmu yg di peroleh bermanfaat dan mendapat keberkahan.

Menurut Kepala MA Hidayatul Mubtadiin Tatang Hadi Mashudy.S.Ag Sebelum menghadapi UAMBN BK dan UNBN BK. siswa siswi Ma Hidayatul mubtadiin selain mempersiapkan mental Juga mempersiapkan spiritual kerohanian dengan berziaroh ke maqam para wali dan ulama.

Adapun kegiatan tersebut di mulai dengan sholat dhuha kemudian Di lanjutkan dengan tausiah tentang pemahaman ziaroh yang di sampaikan oleh Ust M.Arbain.   Dengan harapan para siswa siswi tidak salah paham dalam berziaroh di makam.

Diantara penyampaian beliau terdapat dalam QS Al. Maidah ayat 35.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah carilah wasilah/perantara mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kalian bahagia.”

Ayat tersebut memerintahkan kepada orang beriman untuk mecari perantara dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Seperti bertawasul kepada para wali atau ulama yang merupakan kekasih Allah baik yang masih hidup atupun telah tiada(wafat).

Beliau juga meyampaikan pentingnya berkunjung kepada orang sholeh,  kiayi,  wali, Karna ziaroh juga merupakan tawashul.

Dengan bertawashul kepada para ulama dan orang sholeh meminta kita di doakan supaya hajat kita di tunaikan.  Disebut dengam istilah Tawashul biddu'a.

Dan juga ziaroh di makam para kekasih Allah dikenal dengan istilah addu'a bittawashul. Artinya yaitu meminta kepada Allah akan kebrkahan dan kemulian para wali dan ulama yg telah wafat.  Sehingga menjadi asbab do'a dan hajat kita di kabulkan oleh Allah.

Ziaroh ke makam para kekasih Allah,  bukanlah meminta kepada ahli kubur tetapi hanya sebagai wasilah/sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah dan juga untuk mengingatkan kita akan kematian.

Setelah tausiah selasai.  Kemudian dilanjutkan dengan berziaroh di makam almagfurlah KH.  Syarifuddin di semukut dan seanjutnya di maka almaghfurlah KH.  Imam Afandi di Insit.

Kegiatan tersebut  di pimpin lansung oleh kepala madrasah Tatang H.M.  S.Ag. dan beliau menyampaikan bahwa kita berziaroh ini ketempat ulama yg telah mendirikan madrasah ini hendaknya kita yang telah menimba ilmu dimadrasah ini akan mendapatkan keberkahan ilmu dan ilmunya bermanfaat. ( TIm Inmas)