0 menit baca 0 %

H. Suhaimi, "Saya bangga tamat MDTA hafal Juz Amma

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) - Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kankemenag Rokan Hilir beserta Ketua-ketua Rayon MDTA se-Kab. Rokan Hilir, kompak melakukan monitoring pelaksanaan ujian akhir madrasah diniyah takmiliyah awaliyah (MDTA) di lokasi berbeda, 17-22 Apri 2017.

Rokan Hilir (inmas) - Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kankemenag Rokan Hilir beserta Ketua-ketua Rayon MDTA se-Kab. Rokan Hilir, kompak melakukan monitoring pelaksanaan ujian akhir madrasah diniyah takmiliyah awaliyah (MDTA) di lokasi berbeda, 17-22 Apri 2017.

Seusai hasil rapat persiapan UAMDTA antara Kasi Pakis dengan ketua-ketua rayon brberapa waktu yang lalu, bahwa di dalam dokumen UAMDTA yang sudah didistribusikan terdapat instrumen monitoring dan evaluasi yang harus dijalankan oleh ketua rayon sesuai surat tugas yang diterima.

Sejumlah 428 MDTA se-kab. Rokan Hilir menyelenggarakan ujian akhir dengan total peserta ujian 5374 santri, terdiri 2515 laki-laki dan 2855 perempuan dari senin s/d sabtu mengikuti UAMDTA TP. 2016/2017

Kasi Pakis Kankemenag Rokan Hilir H. Suhaimi Hasyim, S. Ag, meninjau pelaksanaan ujian akhir di Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Awaliyyah (MDTA) di Kec. Balai Jaya dan Bagan Sinembah. Sedangkan Kakan Kemenag Rokan Hili memantau ujian akhir MDTA di Kec. Tanjung Medan.

Pada saat Kasi Pakis H. Suhaimi melakukan monitoring di MDTA Al-Hidayah Balai Jaya, dijumpai salah satu santri yang ikut ujian akhir hafal Al-Quran Juz 30. Santri yang masih kelas V Sekolah Dasar dites oleh Kasi Pakis juz Amma yang dikuasainya. Walau masih butuh penyempurnaan dalam bacaannya namun hafalannya cukup lancar. Said Ibnu Irqom, itulah nama anak tersebut.
"Saya selaku Kasi, sangat bangga, MDTA Alhidayah berhasil mencetak generasi qurani. Mudah-mudahan hal ini bisa diikuti oleh MDTA-MDTA yang lain," ungkapnya.

Di tempat terpisah didampingi humas melaksanakan monitoring di MDTA Darul Arafah Kec. Tanjung Medan. MDTA yang berada dibawah lingkungan pondok pesantren ini berada di ujung barat Kabupaten Rokan Hilir. Menempuh perjalanan dengan kondisi jalan yang sangat memperihatinkan, dengan jalan yang berlubang-lubang cukup membuat badan sakit.

"Namun demi menjalankan tugas dan rasa sayang kami kepada santri MDTA, sebagai generasi penerus islam kita, kondisi jalan tidak jadi alasan, Kata H. Agustiar. (nsh)