0 menit baca 0 %

H. Suhaimi, " imbangi kecerdasan emosional dengan kecerdasan spiritual"

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) Dengan wisuda akbar kita persiapkan generasi yang cerdas, sehat dan qurani serta membentuk kepribadian yang berakhlakul karimah , itulah tema yang dipersembahkan pada perhelatan akbar wisuda santri Raudlatul Athfal (RA) se Kecamatan Bangko pada Selasa (16/5).Acara yang digelar di...

Rokan Hilir (inmas) – “ Dengan wisuda akbar kita persiapkan generasi yang cerdas, sehat dan qurani serta membentuk kepribadian yang berakhlakul karimah “, itulah tema yang dipersembahkan pada perhelatan akbar wisuda santri Raudlatul Athfal (RA) se Kecamatan Bangko pada Selasa (16/5).

Acara yang digelar di gedung Paguyuban Bagansiapiapi ini dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIs) Kankemenag Rokan Hilir H. Suhaimi Hasyim, S.Ag, Camat Bangko yang diwakili Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Ketua Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kab. Rokan Hilir Tuminem, tokoh agama, tokoh masyarakat, para orang tua wali santri serta undangan lainnya.

pelaksanaan acara wisuda terlebih dahulu diawali dengan pembacaan Ayat suci Al Qur’an yang dibacakan oleh santri RA sendiri, dilanjutkan dengan  menyanyikan lagu indonesia raya sekaligus prosesi wisudawan/ti. Diteruskan dengan kata sambutan, pembacaan doa  dan sesekaali diselingi sengan kreasi santri, tari-tarian dan menyanyi.

Ketua panitia wisuda akbar Ibu garuda dalam sambutannya mengucapkan ribuan terima kasih kepada segenap paniti dalam mensukseskan acara ini. Dan berterima kasih pula kepada Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir yang telah mensupport dan mendukung terswlenggaranya wisuda akbar ini.

“ hari diwisuda 85 santri dari 5 RA yang ada. Mudah-mudahan pada tahun mendatang bisa lebih baik dan meriah lagi, agar gaunya menarik perhatian masyarakat dan pada akhirnya akan mempercanyakan putra/putri mereka dititipkan di Raudlatul Athfal,” ujar Garuda penuh optomis.

Sementara itu Kasi Pakis H. Suhaimi Hasyim mewakili Kepala  Kankemmenag dalam sambutan sekaligus taushiyahnya mengatakan bahwa mungkin kata Raudhatul Athfal atau yang sering disingkat RA sudah akrab ditelinga kita, tapi nyatanya tidak semua orang tahu apa itu RA. Para orang tua biasanya hanya tahu anak-anak mereka sekolah di TK. Yah..pada dasarnya RA dan TK itu memang sama. Raudhatul Athfal kan artinya Taman Kanak - Kanak juga. RA dan TK sama sama pendidikan anak usia 4-6 tahun pada jalur formal yang diakui pemerintah dan tercantum dalam UU RI No 20 tahun 2003. Lalu apa bedanya.....

Pertama TK itu dikelola oleh DikNas, sedangkan RA dikelola oleh Departemen Agama (DepAg) yang kini berubah nama menjadi Kementrian Agama (KemenAg). Kedua Pendidikan di TK biasanya bersifat umum, sedangkan RA lebih menekankan pada keagamaannya. Ketiga anak-anak di TK agamanya bisa macam-macam, ada islam, kristen, katolik dll. Tapi kalau anak RA hanya Islam. Kita bisa lihat ada TK Kristen, tapi kita tidak akan menemukan RA Kristen. Dan keempat dari segi seragam, anak TK ada yang menggunakan seragam islami ada juga yang bebas, kan agamanya juga tidak mesti islam. Tapi semua anak RA berseragam islami, begitu pula gurunya.

“kalau ada guru RA yang tidak berkerudung, masih perlu dipertanyakan tanggung jawabnya sebagai guru RA,” tegasnya.

Lebih lanjut H. Suhaimi menjelaskan bagi orang tua yang ingin anak-anaknya bukan hanya cerdas tapi juga berakhlak islami dan bisa menghafal suratan pendek juz 'amma, RA  menjadi pilihan yang tepat.

Tapi baik RA maupun TK, orang tua harus tetap jeli dalam memilih pendidikan anaknya apalagi diusia dini. Pilihlah yang benar-benar berkualitas. Bukan hanya mencerdaskan emosional, juga mendaskan spiritual, karakter dan akhlakul karimah.

“ jadi ibu-ibu mau pilih yang mana....?,” tanya Suhaimi dalam canda.

“RA.....Ustadz,” serentak ibu-ibu menjawab.

Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda, dengan berbaris, lucu dan menggemaskan, satu persatu diselempangkan tali yang berada di peci baju toga.(Nsh)