Dumai (Inmas) – Bertempat di Pondok Pesantren Imam Asy-Syafi’i Bagan Besar Kota Dumai Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Riau Drs. H. Fairus lakukan Sosialisasi Percepatan Akreditasi Pondok Pesantren. Selasa (23/04/2019).
Setelah melakukan monitoring pelaksanaan USBN dan meninjau pembangunan ruang kelas baru di Pondok Pesantren Asy-Syafi’i Kabid Pakis didampngi Kasi Pendidikan Islam Drs. H. Ade A Yani lakukan sosialisasi percepatan akreditasi pondok pesantren.
Hadir dalam acara tersebut Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Drs. H. Fairus, Kasi Pendidikan Islam Drs. H. Ade A Yani, M. Pd.I, Ketua Yayasan PPS Asy-Syafi’i H. Warni, A.Md, tenanga pengajar dan tata usaha PPS Asy-Syafi’i dan operator Pondok Pesantren Al-Amin Supandi.
Dalam sambutannya Kasi Pendis mengatakan “ada 3 pondok pesantren Salafiyah di Dumai ini, namun 1 lagi Pondok Pesantren Baitul Qur’an sudah terakreditasi tahun kemarin, Alhamdulillah mereka mendapatkan nilai Akreditasi A”
Dan tahun ini ada 2 Pondok Pesantren lagi di Kota Dumai yang sudah diusulkan oleh Kanwil, Pondok Pesantren Al-Amin dan Imam Asy-Syafi’i, mudah-mudahan dapat terealisasi dengan baik, namun terealisasi atau tidaknya itu tergantung kepada kawan-kawan di pondok pesantren masing-masing karena semua ini memerlukan tenaga dan anggaran yang tidak sedikit.
“semoga dengan kunjungan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Riau Drs. H. Fairus dapat menambah semangat kawan-kawan dari Pondok Pesantren ini” tambahnya.
H. Fairus mengatakan saya bangga, Dumai ini kota yang penuh tantangan, tapi ada 3 pondok pesantren salafiyah yang juga berjuang di Dumai ini, seperti Pondok Pesantren Asy-Syafi’i ini ada kelas yang dari kayu, kecil, namun masih tetap bersemangat. Pondok Pesantren Salafiyah adalah benteng terakhir untuk pertahanan-pertahanan dari luar, dari sini akan banyak hadir para ilmu syari’at dan calon ulama, pondok pesantren salafiyah inilah harapan kita untuk mencari bakat-bakat ulama.
“Saya berharap kepala 3 Pondok Pesantren Salafiyah yang ada di Dumai ini disamping peningkatan kuantitas juga harus meningkatkan kualitas, agar pondok pesantren kita ini menjadi bagus dan besar, kalau sekarang santri di Asy-Sayfi’i ini hanya sekitar 200 santri, apabila kualitas dan kuantitasnya bagus, saya yakin beberapa tahun kedepan akan banyak orangtua yang memasukkan anaknya ke pesantren ini, begitu juga dengan Pondok Pesantren Al-Amin dan Baitul Qur’an”
Salah satu cara untuk meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap pondok pesantren kita ini, manajemen administrasi kita harus diperkuat, salah satu jalan untuk memperkuatnya dengan Akreditasi. Setiap tahun kita harus berpikir kuantitas dan kualitas dengan cara input (siswa baru, sarana, dll) kesistem, setiap hari jika ada perubahan harus diinput sehingga kita akan menjadi besar, tentunya dengan besarnya kita, masyarakat akan melihat kita, melirik kita sehingga masyarakat semakin percaya kalau pondok pesantren kita ini bagus.
3 pondok pesantren ini harus saling bahu membahu membesarkan lembaga kita ini, semakin banyak yang masuk ke pondok pesantren kita ini semakin banyak pula calon-calon ulama masa depan. Peningkatan kuantitatif santri juga perlu dipacu. Saya berharap tahun ini pondok pesantren Asy-Syafi’i dan Al-Amin harus terakreditasi, karena akreditasi ini pengakuan dari Pemerintah tentang eksistensi pondok pesantren kita, apabila tidak terakreditasi, resikonya berupa bantuan dari Pemerintah tidak dapat, ijazah tidak ada, lembaga kita tidak diakui oleh pemerintah, dan sekian tahun tidak akreditasi pemerintah berhak membubarkan lembaga tersebut.
“Memang banyak aturan yang diterapkan untuk memperoleh
akreditasi ini, namun jika kita sama-sama serius dan fokus untuk
mendapatkannya, saya optimis kita akan terakreditasi seperti pondok pesantren
Baitul Qur’an dan pondok pesantren lainnya di Provinsi Riau. Hal utama yang
harus ditingkatkan untuk mendapatkan akreditasi ini, tingkatkan kualitas dan
kuantitas pondok pesantren kita” tutup H. Fairus. (Zul/Hf)