0 menit baca 0 %

H.Darawi : Konflik Terjadi Karena Banyak Faktor

Ringkasan: Dumai (Inmas) – Pembangunan agama merupakan upaya mewujudkan agenda meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman agama serta kehidupan beragama. Selain itu, pembangunan agama juga mencakup dimensi peningkatan kerukunan hidup umat beragama, yang menduku...

Dumai (Inmas) – Pembangunan agama merupakan upaya mewujudkan agenda meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman agama serta kehidupan beragama. Selain itu, pembangunan agama juga mencakup dimensi peningkatan kerukunan hidup umat beragama, yang mendukung peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat. Dimensi kerukunan ini sangat penting dalam rangka membangun masyarakat yang memiliki kesadaran mengenai realitas multikulturalisme dan memahami makna kemajemukan sosial, sehingga tercipta suasana kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa, dan harmonis.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA didampingi Kasi Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah, dan HBI Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau H.Eka Purba saat menyampaikan materi dalam Kegiatan Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan yang ditaja oleh Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau, yang berlangsung di Asrama Haji Kota Dumai, Jumat (13/05) pukul 10.00 WIB. Para peserta berjumlah 25 orang terdiri dari LPTQ Kecamatan, IPHI, dan PMD Kecamatan.

Selanjutnya Mantan Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Kanwil Kemenag Riau ini mengatakan lembaga sosial keagamaan harus mampu memerankan fungsi sebagai agen perubahan sosial dalam masyarakat dinamis. Contohnya, saat suatu organisasi atau paham keagamaan mengklaim bahwa ajaran yang dilakukannya benar dan ajaran yang dilakukan orang lain salah. Sehingga timbul dampak negatif radikalisme yang dapat memicu terjadinya perselisihan antar kelompok baik dalam satu agama maupun dengan agama lain.

”Kehidupan harmoni didalam masyarakat sulit tercipta akibatnya muncul ketegangan sosial yang melahirkan konflik intern dan antar umat beragama. Konflik ini seringkali terjadi karena banyak faktor diantaranya : Pemahaman agama yang fanatik, pemahaman agama yang kurang, kurangnya toleransi, ketimpangan dan ketidakadilan sosial ekonomi, serta tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah,” tegas Darawi.

Dengan peningkatan peran serta lembaga sosial keagamaan sebagai agen pembangunan masyarakat, akan terciptanya harmoni sosial dalam kehidupan intern dan antar umat beragama yang toleran dan saling menghormati dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan damai, sehingga konflik yang terjadi dibeberapa daerah dapat diselesaikan dan tidak terulang di daerah lain.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas, kualitas, serta peran lembaga sosial keagamaan dalam menunjang perubahan sosial masyarakat, serta mengurangi dampak negatif ekstrimisme masyarakat.

Diakhir penyampaian materinya, Kakan Kemenag Dumai mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Riau khususnya bidang Penaiszawa yang telah menggelar kegiatan ini di Kota Dumai. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para peserta, tandasnya.(jaka)