0 menit baca 0 %

H.Darawi : Ibadah Qurban Merupakan Ibadah Melatih Kepatuhan, Mengajarkan Keikhlasan, dan Meningkatkan Keimanan Kepada Allah SWT

Ringkasan: Dumai (Inmas) – Selasa (13/09) tepatnya pukul 08.00 wib, tampak seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Dumai telah berkumpul di aula Kantor Kemenag Kota Dumai. Hadir Ketua DWP Kemenag Dumai Hj.Aghra Dewi Darawi, Kasubbag Tata Usaha Drs.H.Khaidir, Kasi Pendis Drs.H.Syafwan, Kasi Penyelen...

Dumai (Inmas) – Selasa (13/09) tepatnya pukul 08.00 wib, tampak seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Dumai telah berkumpul di aula Kantor Kemenag Kota Dumai. Hadir Ketua DWP Kemenag Dumai Hj.Aghra Dewi Darawi, Kasubbag Tata Usaha Drs.H.Khaidir, Kasi Pendis Drs.H.Syafwan, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Drs.H.Zakaria,M.Pd.I, Ka.KUA, Pengawas Kemenag, dan seluruh pegawai Kantor Kemenag Kota Dumai.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Dumai H.Darawi mengatakan Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan suci bagi umat muslim dimana mereka diperintahkan untuk berqurban yaitu melakukan penyembelihan hewan qurban yang disyariatkan dalam hukum islam seperti kambing, sapi, kerbau, dan onta. Qurban merupakan salah satu ibadah tahunan yang tujuan utamanya mendekatkan diri kepada allah (taqarrub ilallah).

Beliau menjelaskan dalam ibadah qurban ini ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil diantaranya keimanan, keimanan yang kuat baru kita bisa berkurban. Kemudian dari ibadah kurban ini ada titik-titik kepatuhan, karena awal dari ibadah kurban ini yaitu kepatuhan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. Dan kepatuhan Nabi Ismail kepada orang tuanya Nabi Ibrahim. Dalam hal ini tentunya keikhlasan. Nabi Ibrahim ikhlas apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Kemudian ibadah qurban, ini adalah ujian. Ujian untuk menilai sejauh mana kecintaan kita terhadap dunia dengan kecintaan Allah SWT, makanya Allah SWT sudah menguji ibrahim. Disuruh perintah sembelih ismail dia sembelih, jadi karena lulus ujian tersebut diganti dengan qibas. Maka dari itu, semua sifat-sifat kerakusan dan keduniaan itu akan terhapus dengan berqurban, lanjutnya.

Sebagaimana ujian Allah SWT kepada Nabi Ibrahim, hikmah dari segala peistiwa qurban tidak lain tidak bukan adalah untuk memperoleh ridho Allah melalui ibadah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Namun, tidak sekadar ibadah, kita harus ikhlas dalam menjalankan setiap perintah Allah SWT. Kalau tidak, apa yang kita kerjakan dan menurut kita ibadah, itu menjadi sia-sia karena tidak dilakukan dengan ikhlas. Inilah hakikat dari peristiwa qurban dalam idul adha.

Terakhir, H.Darawi mengatakan dengan begitu, kita merelakan sebagian harta kita yang sebetulnya milik Allah untuk orang lain. Ini menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah. Syaratnya, dalam qurban kita harus benar-benar untuk mencari ridha Allah, bukan untuk yang lain. Inilah hakikat qurban dalam islam yang sebenarnya, tandas Kakan Kemenag.(jaka)