Pekanbaru (Inmas), Auditorium
Hotel Pangeran Pekanbaru, tanggal 16 Mei 2019, Narasumber, Anasri Nurdin
Kasubbag Hukum dan KUB Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau,
memaparkan pentingnya Kerukunan Pemuda Lintas Agama, karena pemuda adalah
kekuatan dalam mewujudkan kerukunan dan Toleransi ummat beragama.
Sumpah Pemuda tanggal 28
Oktober 1928, mengajarkan kepada kita bagaimana kualitas Toleransi Antar Pemuda
Indonesia, dimana disaat itu yang mendominasi adalah Pemuda dari Jawa (Â jong
java ), namun yang disepakati Bahasa untuk Bahasa Nasional adalah Bahasa
Melayu yang menjadi Bahasa Persatuan yang sekarang kita kenal dengan bahasa
Indonesia.
Dalam genggaman Burung Garuda
Lambang Negara kita Bhineka Tunggal Ika, yang di adopsi dari kitab Sutasoma
Karangan Mpu Tantular agama Hindu, namun tidak ada satupun yang memprotes dan
bisa legowo menerima, padahal 82 % lebih penduduk Indonesia adalah beragama Islam.
Dua Contoh perjuangan mendirikan Negara Indonesia, merupakan cerminan bahwa
Pendahulu kita Pejuang kita, Pemuda kita saat itu begitu menghargai Perbedaan.
( Idris/Bustamar ).