Siak (Inmas) – Rabu, (20/02/19), Penyuluh Agama Islam dan penghulu merupakan tenaga terdepan kerukunan beragama di lingkungan Kementerian Agama di Indonesia. “Banyak daerah di pelosok desa yang masih membutuhkan tenaga penyuluh agama, agar keberagaman dan kebhinnekaan masyarakat Indonesia bisa terus dipertahankan dan dibina lebih baik lagi. Oleh karena itu, mudah-mudahan ke depan ada penambahan terhadap tenaga Penyuluh Agama Islam untuk di tempatkan di semua kampung”, ujar Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Siak, H. Ahmad Muhaimin, S.Ag mengawali paparan materinya di hadapan 30 Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS yang mengikuti Pembinaan yang ditaja oleh Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bekerjasama dengan Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak.
Menurut Ahmad Muhaimin menyatukan visi Kementerian Agama dengan para penyuluh sangatlah penting agar para penyuluh agama bisa bersinergi dalam mengemban tugas dan amanah Menteri Agama ketika berkiprah dalam masyarakat. Dalam kesempatan itu ia juga mengajak para penyuluh agama untuk membekali diri dengan pengetahuan agama yang baik dan juga pengetahuan Informasi dan Teknologi.
“Penguasaan IT bagi Penyuluh Agama Islam adalah sebuah keniscayaan agar pesan-pesan kepenyuluhan bisa tersampaikan dengan apik dan tepat sasaran kepada masyarakat. Jangan sampai para Penyuluh Agama kalah informasi dan pengetahuannya dibandingkan dengan yang disuluh,” kata Ahmad Muhaimin.
Ia menambahkan tujuan kegiatan ini sesungguhnya adalah untuk meningkatkan kualitas Penyuluh Agama yang merupakan bagian dari aktualisasi diri untuk menjadi yang terbaik dan sukses. Kualitas adalah investasi dan yang tidak berkualitas akan menjadi beban. Oleh karena itu, Ahmad Muhaimin mengajak kepada segenap penyuluh untuk meningkatkan kualitas dirinya masing-masing agar menjadi penyuluh agama yang bermutu. (Hd)