Rokan Hilir (inmas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), H. Agustiar bersama Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), H. Suhaimi menghadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).
Upacara memperingati hari kebangkitan nasional yang ke 111 ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dihadiri Sekda, Surya Arfan, Ketua DPRD, Kapolsek, TNI, dan Dandim Rokan Hilir. Acara ini dilaksanakan di depan halaman kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Senin (20/5).
Wakil Bupati Rokan Hilir, Drs. H. Jamiludin sebagai ” Inspektur upacara pada hari Harkitnas yang ke-111 membacakan sambutan menteri komunikasi dan Infomatika. Dalam sambutan menteti disampaikan bahwa naskah sumpah palapa di temukan pada kitab paraton bertuliskan, “Sira Gajah Mada Patih Amangku Bumi Tan Ayun Amukti Palapa, Sira Gajah Mada, Lamun Huwus Kalah Nusantara Isun Amukti Palapa, Lamun Kalah Ring Gurun, Ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana Isun Amukti Palapa”.
Banyak versi tafsiran tentang teks tersebut, tentang apa yang dimaksud dengan, “Amukti Palapa”, meski sampai saat ini belum diperoleh informasi yang pasti, namun para ahli sepakat bahwa, “Amukti Palapa” berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan, mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.
Sumpah palapa merupakan acuan paling kuat bagi menjalin persatuan, bagi perjuangan pahlawan nasional kita. “Untuk mengikat wilayah Indonesia yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini,” kata Jamiludin.
Memperingati hari kebangkitan nasional yang ke-111, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan sumpah palapa tersebut. Pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa dan negara.
Dikatakanya, banyak pengorbanan saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), bahkan berupa pengorbanan nyawa. “Memang, sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini,” ujarnya.
“mari kita kirimkan Doa untuk ketenangan mereka di alam sana, semoga para pahlawan demokrasi yang telah gugur, diampuni segala dosanya, diterima semua amal ibadahnya dan ditempatkan di sisinya dengan penuh rahmat,” ajaknya.
Sementara itu sebagai pemandu doa langsung dari Kemenag Rohil, H. Suhaimi. (Nsh)