Meranti (Inmas)- Salah satu Kebudayaan masayarakat Riau, adalah tepuk tepung tawar. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Melayu. Tradisi ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Melayu, setelah mereka merasakan nikmat dari Allah SWT, entah itu nikmat sehat, nikmat rizki dan nilmat-nikmat lainya.
Masyarakat Riau memang kaya dengan adat dan tradisi,salah satunya adalah diwilayah Kepulauan Meranti, dan salah satu tradisi itu adalah Tepuk tepung tawar yang merupakan upacara adat dan budaya melayu Riau peninggalan para Raja-raja terdahulu.
Tepuk tepung tawar merupakan upacara adat dan juga bentuk persembahan syukur atas tekabulnya suatu keinginan atau usaha, upacara ini dilakukan pada dua ketentuan,baik pada manusia maupun pada benda. Tepuk tepung tawar biasa di pergunakan dalam acara-acara tertentu misalnya : pernikahan, menempati rumah baru, mengendarai kendaraan baru, khitanan, serta bentuk-bentuk dari luapan rasa kegembiraan bagi orang-orang yang mempunyai hajatan, atau semacam upacara adat yang sakral lainnya. Berdasarkan makna ritual tepuk tepung tawar bagi masyarakat Suku Melayu ada pepatah mengungkapkan “kalau buat keje nikah kawin, kalau belum ketik tepung tawo, belum sah kije nikah kawin yang dibuat”.
Selain itu, seiring dengan perkembangan zaman, pelaksanaan tradisi tepuk tepung tawar yang dilakukan oleh masyarakat Melayu juga mengalami perubahan pada sebagian ritualnya. Hal ini tentu saja menimbulkan perubahan makna pada tradisi yang bersangkutan. Perubahan makna yang terjadi pada tradisi tepuk tepung tawar bagi masyarakat Melayu sebenarnya berkaitan juga dengan perubahan dari individu pendukung adat dan budaya itu sendiri.
Perubahan makna tepuk tepung tawar tidaklah terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut masyarakatnya dan dengan demikian juga akan tercermin dari kebudayaan secara umum. Akan tetapi dalam perjalanan waktu dan pengaruh yang datang dari luar atau dari dalam konsep pikir dan pengetahuan masyarakatnya, maka kebudayaan kemudian mengalami perubahan.
Ahad (15/3/2020) Kakan Kemenag Kepulauan Meranti H.Agustiar.S.Ag beserta Istri Nur Lela mendapat kehormatan untuk melakukan ketik tepung tawar dalam pesta pernikahan ,di desa Tanjung Kecamatan Teting Tinggi Barat, atas nama pasangan Ruslan dan Dewanti Hidayati Amini.S.E, Sebagai Tanda pemberian Do'a Restu, semoga Pasangan Ini Menjadi Pasangan yang Sakinah, Mawadah dan warohmah.( Tim Inmas)