Rokan Hilir (inmas)- Kumandang alunan suara merdu salah satu santri MDTA Nurul Qalbi Bangko Jaya Kecamatan Bangko Pusako mengawali acara wisuda santriwan/santriwati MDTA se- Rayon XVII Kecamatan Bangko Pusako, Minggu (14/5).
Suara gemuruh nan menggema dari hadirin dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne dan Mars Rokan Hilir mendahului acara tari persembahan dan sambutan makan daun sirih yang dipersembahkan santri-santri MDTA.
Hadir pada acara wisuda santriwan/wati se- Rayon XVII tahun 2017 ini, Kepala Kantor Kemenag Rokan Hilir H. Agustiar, Camat Bangko Pusako Sukardi, SP, Plt Kepala KUA Kec. Bangko Pusako Nurlan, M.Ag, Kepala UPTD BPS yang diwakili Pengawas SD H. Syamsul Bahri, Ketua PGRI Drs. Mansur, Ketua Rayon XVIII ust. Ansor Dasopang, S.Pd.I, seluruh Kepala MDTA se- Rayon XVII, Majlis guru MDTA se- Rayon XVII Kec. Bangko Pusako, Bapak/Ibu wali santri, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan para undangan lainnya.
Acara sambutan diawali dengan sambutan Ketua panitia pelaksana acara Agus Susanto. Dalam sambutannya Agus Santoso menghaturkan ribuan terima kasih kepada jajaran panitia yang secara tungkus lumus dalam mensuksekan acara wisuda ini dan meminta maaf atas segala kekurangan.
“segala kekurangan yang ada harus menjadi bahan perbaikan pada acara wisuda tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya.
Sementara Ketua Rayon XVII MDTA Kec. Bangko Pusako Muhammad Syahri, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara wisuda MDTA se- Rayon XVII sekarang ini sudah mencapai tingkat kemeriahannya. Dengan dihadiri lebih dari 1000 pengunjung, masyarakat terutama wali santri begitu antusias dalam mewisudakan putra/putri mereka. Jumlah wisudawan/wisudawati tahun ini 250 santri dari 19 MDTA.
M. Syahri melanjutkan, acara wisuda yang sangat meriah ini berkat dukungan semua pihak. Padahal pada awalnya, yakni tahun 2004 sangat sederhana dan hanya diikuti beberapa MDTA. Dari tahun ke tahun acara wisuda ini selalu meningkat grafiknya. Wisuda kali ini sudah yang ke sepuluh kalinya, angkatan X.
Lebih lanjut Ketua Rayon menyampaikan harapannya kepada para wali santri, bahwa hanya sedikit ilmu agama yang di dapat dari MDTA, maka dari itu kawal terus anak-anak kita dalam menuntut ilmu agama islam ke jenjang selanjutnya.
“jangan sampai belajar agama islam hanya sampai di MDTA. Harus lanjut ke tingkat yang lebih tinggi. Misalnya pondok pesantren atau paling tidak Madrasah Tsanawiya (MTs),” harap Syahri.
Camat Bangko pusako Sukardi, SP dan H. Syamsul Bahri mewakili Kepala UPTD BPS pada garis besarnya dalam sambutan keduanya sangat mendukung dan bahkan membantu memberikan langkah-langkah bagaimana agar murid yang ada di SD terutama dari kelas 3 – 6 ada di MDTA kelas 1-4.
Sebelum sambutan Kepala kepala Kankemenag Rohil, ditampilkan sebuah drama yang diperagakan santri-santri MDTA Nurul Qalbi asuhan ustadz. Muhammad Syahri. Drama mengisahkan seorang anak miskin yang ditinggal ibunya dan sekaligus peragaan shalat jenazah.
Banyak diantara pengunjung yang tidak dapat menahan air mata. Isak tangis yang ditampilkan santriwati sangat menyentuh hati para undangan termasuk Kepala Kankemenag Rohil H. Agustiar yang tidak dapat membendung air matanya lagi.
Kakan Kemenag Rokan Hilir H. Agustiar baru saja menghela air matanya, sudah mendapatkan giliran untuk menyampaikan sambutan. Cuacapun sudah beranjak panas.
Dalam sambutan sekaligus taushiyahnya H. Agustiar menyampaikan pentingnya mendidik anak-anak dengan pendiddikan agama islam sejak dini atau sejak kecil. Beliau pun terharu dengan adegan drama oleh santri-santri MDTA Nurul Qalbi, yang mengisahkan cobaan anak yang ditinggal orang tuanya. Lalu anak tersebut yang mengurusi fardlu kifayahnya.
Dari adegan ini H. Agustiar mengingatkan para orang tua yang hadir, betapa bahagianya jika kita meninggal dunia nanti, sementara yang mengurusi kita adalah anak-anak kita sendiri bukan orang lain.
“Na’udzu billah, jangan sampai saat kita meninggal nanti, orang lain yang mengurusinya, sementara anak-anak kita malah sibuk menghitung harta warisan. Anaklah yang seharusnya mengurusi jenazah, saat orang tua meninggal dunia,” ujar H. Agustiar.
Hanya 15 menit beliau memberikan taushiyah, acarapun dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin Plt Kepala KUA Bangko Pusako Nurlan, M.Ag.
Dan selanjutnya 250 santri MDTA se Rayon XVII diwisuda. Dengan diiringi alunan shalawat Nabi prosesi wisuda diawali oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Rokan Hilir. Saat prosesi wisuda berlangsung dengan disebutkan nama-nama santrinya, terlihat kebanggaan, keharuan di wajah-wajah orang tua wali santri. (Nsh)