Makkah (Inmas)- Dua hari jelang puncak ibadah haji 1438 H/2017 M, jamaah haji asal Rokan Hulu yang tergabung di Kloter 9 Embarkasi Batam, ramai-ramai memeriksakan kesehatan ke Posko di lantai 3 tower 3 Alkeswah Hotel, Jarwal, Mekkah, Selasa (29/8/2017).
Rata-rata penyakit yang diderita jamaah asal Rokan Hulu ini adalah batuk pilek dan tensi darah tinggi. "Penyebab batuk pilek karena perbedaan cuaca Indonesia dan Mekkah cukup ekstrim. Sedangkan tensi karena bawaan dan juga kecapekan," kata dr M Ikhlas Eriadi selaku Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) untuk Kloter 9.
dr Ikhlas didampingi dua perawat Nilawati Lubis SKep dan Rahmadiani Lestari AMK menjelaskan secara umum kondisi jamaah Rohul tidak ada yang mengkhawatirkan. "Alhamdulillah, secara umum kondisi jamaah kita baik-baik saja dan siap untuk wukuf. Kecuali satu orang yang akan dibadal hajikan atas nama Rostina Binti Yunus usia 57 tahun karena masih dirawat di ICU RS Al Annur Mekkah," katanya.
Sementara itu, Ketua Kloter 9, Jalli Sitakar, menjelaskan, persiapan untuk wukuf sudah mendekati final. Seperti pengaturan transportasi, penempatan maktap dan jadwal melontar jumrah. "Kita tergabung di Maktab 46 bersama enam Kloter dari daerah lainnya," katanya.
Jumlah jamaah di Kloter 9 sebanyak 447 orang dan hanya satu dibadalkan haji. Sedangkan yang safari wukuf tidak ada. Yang mewakilkan untuk melontar masih sedang diinventarisasi. "Sesuai jadwal dari maktab kita, Kloter 9 diberangkatkan dari hotel ke Arafah Rabu siang waktu Arab Saudi mulai pukul 12.00 WAS. Pemberangkatan secara bergelombang," kata Jalli didampingi Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Kloter 9, H Irhas yang juga Kabid Urais, Kanwil Kemenag Provinsi Riau.
Periksa ke Kamar
Sebelumnya dr M Ikhlas juga mendatangi kamar hotel jamaah haji asal Kabupaten Rokan Hulu, yang dikabarkan sakit, namun tak datang ke posko untuk berobat. Jamaah yang didatangi Senin (28/8/2017) kemarin, bernama Rukmini yang menurut teman sekamarnya batuk terus-menerus. Sedangkan berdasarkan catatan di posko kesehatan Kloter yang berada di hotel yang sama, Rukmini belum tercatat memeriksakan kesehatan.
Namun setelah dikunjungi dan diperiksa oleh dr Ikhlas yang didampingi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Provinsi Riau, Asril Darma, kondisi jamaah tersebut tak mengkhawatirkan. "Ibu ini batuk biasa saja. Sebaiknya jangan minum air es dan kalau keluar hotel pakai masker ya," kata dokter berusia muda yang masih lajang ini.
Dokter yang bertugas di Klinik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Dumai ini mengakui tidak semua jamaah punya inisiatif untuk memeriksakan diri ke posko. Padahal pihaknya sudah menempelkan pemberitahuan mengenai kamar hotel yang dijadikan posko kesehatan Kloter 9 yang semua jamaahnya dari Kabupaten Rokan Hulu. "Mungkin karena hotel kita terlalu besar dan jamaah bingung mencari cari kamar yang jadi posko," jelas dokter lulusan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh ini.
Pria berdarah Minang asal Payakumbuh ini, menambahkan pihaknya bersama dua perawat yang ditugaskan di Kloter 9, siap melayani jamaah 24 jam bila dibutuhkan. "Kami selalu siaga. Kalau yang bisa ditangani di tempat langsung lakukan tindakan. Kalau kasusnya berat rujuk ke rumah sakit," katanya. (ist)