0 menit baca 0 %

Gustrivoni : Menyelisik Hasil KSM Provinsi Riau 2019 Bagi Kab. Kampar

Ringkasan: Kampar (Inmas) - Bagaimanapun hasilnya, patut diberikan aprsesiasi yang setinggi-tingginya kepada ketua panitia beserta teamnya yang telah berjuang tanpa lelah demi suksesnya mengantarkan kontingen Kab. Kampar untuk mengikuti KSM tingkat Provinsi Riau, akan tetapi yang menjadi bahan evaluasi bagi ki...

Kampar (Inmas) - Bagaimanapun hasilnya, patut diberikan aprsesiasi yang setinggi-tingginya kepada ketua panitia beserta teamnya yang telah berjuang tanpa lelah demi suksesnya mengantarkan kontingen Kab. Kampar untuk mengikuti KSM tingkat Provinsi Riau, akan tetapi yang menjadi bahan evaluasi bagi kita bersama stake holder  (pemangku pendidikan) di Kab. Kampar, yang mana hasilnya tidak sesuai harapan kita, bahkan diluar dugaan kita, dari 33 orang siswa yang tersebar di MI, MTs dan MA dibawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Kampar tak satupun yang mendapat peringkat, padahal selama ini kita kenal bahwa Kab. Kampar sebagai lumbung prestasi bagi Provinsi Riau. Demikian disampaikan Gustrivoni kepada Humas Kemenag Kampar Gustika Rahamn SPdI, hari senin (19/08/2019), diruang kerjanya.

Gustrivoni mengatakan, setidaknya ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama, yakni : 1. KSM memang bukanlah satu-satu indikator  keberhasilan madrasah, akan tetapi salah satu indikator penting sebagai alat uji yang mengambarkan output madrasah  (Kualitas Madrasah). 

Maka oleh karena itu, perlu Melakukan evaluasi secara menyeluruh dari sisi proses pembelajaran, manajerial pada kepala sekolah, guru dan pembinaan dan pengawasan oleh kementerian agama dan bidang-bidang terkait, karena untuk mempersiapkan KSM tentulah bukan hanya 1 atau 2 bulan, akan tatapi setidaknya 1 tahun terakhir menjelang KSM, maka langkahnya bagi pemangku pendidikan Kementerian Agama Kabupaten Kampar memanggil kepala sekolah baik Negeri, maupun swasata , pengawas madrasah dan mendengarkan keluh kesah, problematik yang di jumpai pada madrasah masing-masing dan rembuk bersama. Diharapkan, bukan hanya keperluan jangka pendek untuk sekedar mempersiapkan KSM, tapi juga untuk menyoroti proses pendidikan yang berlangsung. 

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh mardasah seperti membuat saince club (kelompok belajar) dan melatih siswa-siswa dengan mendatangkan pelatih dari alumni olimpiade mungkin saja dari ITB, UGM dan UI atau mungkin dari kalangan Dosen-Dosen UIN dan UNRI yang di support penuh oleh Kementrian Agama Kabupaten Kampar, khususnya kasi pendidikan Madrasah.

2. Sebagai aspek pendukung-yang mana hal sudah nyaris hilang-Mengadakan kembali rapat bulanan bagi kepala madrasah sebagai media komunikasi antara kepala madrsah dan juga dengan kementerian agama kabupaten kampar, disana lebih memfokus bagaimana usaha dan strategi kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah dan juga memaksimalkan fungsi serta peran kelompok kerja madrasah dalam penyelenggaraan Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP).

Poin ini sudah mulai pudar dan bahkan nyaris hilang dilingkungan madrsaah kita hari ini. Memaksimalkan pembinaan dan komunikasi sehingga  menyentuh madrasah-madrasah kita pada lapis bawah. Hal ini diharapkan dapat menggeliat bagi madrasah-madrasah swasta untuk dapat memberikan sumbangsih nyata seperti sekolah-sekolah negeri.

3. Perlu di carikan formulasi supaya muncul semangat bersama dan tidak timbul image dikotomi antara swasta dan negeri di kabupaten kampar, bagaimana mencari formulasi supaya madrasah dikabupaten kampar memeliki semangat yang sama, tujuan yang sama untuk memajukan pendidikan di negeri serambi mekkah Kabupaten Kampar.

Mudah-mudahan kabupaten kampar tidak hanya sekedar  julukan “ serambi mekkah” dan lumbung prestasi bagi provinsi riau, akan tetapi benar-benar menjadi wujud nyata yang direalisasikan pada tingginya mutu kualitas pendidikan di kabupaten kampar, negeri yang kita cintai ini. (Ags/Usm/Mjs)