Riau (Inmas) – Pada hari Jum’at siang 14 Juli 2017, Kasubbag
Informasi dan Humas Dedi Syahrul S Kom Msi bersama dengan para staff mengadakan
bincang mengenai Program Full day school dengan Dr Kyai Haji Abdul Wahid Maktub
Staf Khusus Bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada saat menjadi narasumber pada kegiatan
Kuliah Umum di Kampus Universitas Riau.
Dalam bincang tersebut pria yang akrab disapa Gus Wahid ini
mengatakan full day school digagas sebagai bentuk upaya pemerintah dalam
mengejar ketertinggalan, dalam bidang pendidikan. Secara pribadi beliau sangat
apresiatif dengan gagasan mendikbud tersebut.
Program pendidikan kedepan sudah seharusnya lebih banyak
menekankan pengembangan aspek karakter disamping kompeten. Selama ini kita
hanya terfokus dengan kompeten sehingga pembentukan building karakter jadi
terabaikan. Pada akhirnya akan berimbas terbentuknya sikap dan rasa
ketidakpedulian dalam diri anak didik. Kita perlu mencontoh negara negara maju
dalam menjalankan sistem pendidikannya, yang dibangun terlebih dahulu justru
karakter dan solidaritas, tidak hanya kompetensi mereka, tuturnya menegaskan
kepada salah seorang tim inmas.
Meskipun kenyataaannya, lanjut Gus Wahid gagasan dan ide full
day school ini mendapatkan resistensi, penolakan dan perlawanan dari berapa
kelompok masyarakat dan beberapa kepentingan, FDS harus dipahami secara
komprehensif oleh semua stakeholder.
Tantangan kedepan untuk fds ini kita harus siap dengan segala
macam bentuk evaluasi, koreksi sekaligus perbaikan, manakala ditemukan hal hal yang
akan menghambat proses berjalannya program. Ini bukan hal gampang, bukan sekali
jadi, tegasnya. Untuk itu pemerintah harus terus berupaya mencari terobosan
terobosan.
Senada dengan yang diungkapkan Mendikbud, menurutnya dalam
hal tertentu full day school dapat menjadi sebagai salah satu upaya preveting
bagi anak didik terhadap berkembangnya pemahaman radikal saat ini. Namun bukan
berarti juga dapat di over generalisir. Mengingat
sistem pendidikan di Indonesia yang sangat kompleksitas.
Ia menambahkan program FDS akan terus di evaluasi kedepannya. "Yang terpenting saat ini, berilah kesempatan dulu pada pemerintah dengan ide
baru full day school ini bisa berjalan sesuai dengan rencana", imbuh Gus wahid.
“Jangan ganjal dulu, jangan terlalu cepat antipati dulu. Jangan
belum apa apa sudah ditolak, dikritik. Harusnya ada mutual respect dan
recognition dari masyarakat kita", ucapnya.
Sah-sah saja pemerintah untuk membuat sebuah gagasan, namun kita
juga harus membuka ruang dialog baik itu dengan publik, maupun dengan kelompok
lainnya. Mana tahu dengan adanya dialog yang intens mengenai hal tersebut akan
muncul gagasan dan ide yang lebih baik lagi.(vera/novam/adi)