Riau (Inmas) - Dalam rangka pemantapan kurikulum 2013 (K13) sebanyak lebih kurang 100 orang tenaga pendidik SE KKM Kampar mengikuti kegiatan Workshop di MTsN Model Kuok. Kegiatan yang digelar pada Rabu (30/08) ini diselenggarakan oleh pengurus KKM Kecamatan Kuok.
Workshop kurikulum guru ini dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Drs H Asmuni pagi sebelumnya. Kakanwil Kemenag Riau yang didaulat sebagai narasumber pada workshop tersebut hadir pada siangnya didampingi oleh Kabag TU Drs H Mahyudin MA dan Kasubbag Umum H Darwison MA. Rombongan Kakanwil yang juga beranggotakan Kasubbag Perencana Keuangan Drs H Muliardi dan Amri Fitri perencana pada keuangan Kanwil Kemenag Riau tersebut disambut langsung oleh Kakankemenag Kampar Drs H Alfian MA, Kasubag TU Drs Hakam, Kepsek MTsN Kuok Beni Yanti SPd dengan makan siang bersama.
Dalam pembinaannya Kakanwil menekankan agar para guru masa kini dapat menerapkan dan memaksimalkan kemampuan mengajar dengan berbagai pendekatan kekinian.
Ia mengatakan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik harus bisa memperkaya keilmuannya dengan mengadopsi metode pendekatan dari negara lain, sehingga memungkinkan adanya keragaman dan kurikulum operasional yang dikembangkan oleh masing masing satuan pendidikan. Sehingga dengan hal tersebut, lanjutnya bukan tidak mungkin tercipta pendidikan yang lebih kreatif inovatif dan komprehensif."Hal ini dilakukan tentunya tanpa harus menghilangkan kekhasan dan keunggulan budaya dan kearifan lokal", ujarnya.
Terakhir AHS mengajak para guru agar terus mengupdate keilmuan dan metode pembelajaran, sehingga siswa akan lebih mudah menyerap ilmu dan memiliki antuasisme yang tinggi dalam belajar.
Sebelumnya, Kepala Sekolah MTsN Kuok Beni Yanti Spd melaporkan dalam sambutannya bahwa beberapa tahun terakhir MTsN Kuok ini sudah mengalami kemerosotan dikarenakan jarang juga mendapatkan pembinaan dan undangan diklat dari daerah maupun provinsi."Inilah adanya kondisi sekolah kami pak, beberapa tahun terakhir mengalami kemunduran dalam kondisi fisik bangunan", tuturnya.
Ia sangat mengharapkan uluran bantuan, dukungan, perhatian dan kepedulian dari Kakanwil dengan kondisi sekolah yang pernah meraih adiwiyata nasional ini, ruangan yang belajar yang tak layak dan sangat tidak kondusif untuk anak anak belajar, sudah seharusnya kita perbaiki dan inovasi, harapnya."Dimana mana bocor, ruangan labor hingga ruangan belajar bocor, bantulah kami pak, terutama untuk pembangunan fisiknya,imbuhnya mengharap.
"Tanpa ruangan belajar yang baik tidak akan pernah melahirkan hasil pembelajaran yang baik, karena sekolah ini adalah rumah tempat mereka menuntut ilmu, butuh kenyamanan untuk anak anak konsentrasi dalam belajar, sementara kondisi fisik ruangan sudah tak layak dalam proses belajar, ucapnya lirih.(vera)