0 menit baca 0 %

Guru merupakan Profesi yang tidak ada habisnya papar Supardi pada Acara Ngopi Katolik

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)Demi tercapainya peranan dan Pelayanan Guru Agama Katolik dalam Kesatuan Negara Republik Indonesia, Bimbingan Masyarakat Katolik menggelar acara Ngobrol Pendidikan Katolik tentang Pembinaan Kompetensi Guru Agama Katolik Tingkat Menengah pada Rabu 02 Mei 2018 di Hotel Winstar- Pekanb...

Pekanbaru (Inmas)Demi tercapainya peranan dan Pelayanan Guru Agama Katolik dalam Kesatuan Negara Republik Indonesia, Bimbingan Masyarakat Katolik menggelar acara Ngobrol Pendidikan Katolik tentang Pembinaan Kompetensi Guru Agama Katolik Tingkat Menengah pada Rabu 02 Mei 2018 di Hotel Winstar- Pekanbaru.

Acara yang dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. Ahmad Supardi, MA didampingi Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea. M.Pd dihadiri oleh 60 Orang Guru Agama Katolik yang berasal dari 12 Kab/ Kota di Provinsi Riau.

Ngobrol Pendidikan merupakan Salah Satu Program Prioritas Kementerian agama yang diharapkan harus mampu memberikan komunikasi dua arah antara Narasumber dan Peserta  sehingga pemecahan masalah yang teratasi secara optimal paparnya Supardi  mengawali sambutannya

“Salah satu profesi yang tidak pernah habis- habisnya  itu adalah Guru karna Guru ini tidak pernah Pensiun, umurnya boleh Pensiun tetapi mengajarnya tidak pernah pensiun tetap diperlukan sepanjang Masa tambahnya

Kementerian agama secara Prinsip  mempunyai perhatian sangat besar terhadap Pendidikan bisa kita lihat 80 Persen anggaran  Kementerian Agama diarahkan pada Sektor Pendidikan sementara sisanya dialokasikan buat Urusan Agama

Sementara itu selaku Ketua Panitia, Lotmauli Togatorop S.Ag menyampaikan  ada beberapa tujuan dilaksanakan Ngobrol Pendidikan Agama Katolik diantaranya

Pertama  menjadikan masyarakat Katolik dapat mengekspresikan dan mewujudkan imannya dengan benar, Kedua terciptanya masyarakat Katolik yang mandiri, Ketiga Menjadikan Masyarakat Katolik yang terbuka, rukun dan tidak Ekspresif dan yang keempat Menjadikan Masyarakat Katolik yang kuat untuk dapat menghadapi arus Perubahan yang begitu kuat.

Lebih Lanjut Lotma menambahkan acara yang berlangsung selama dua hari  dari tgl 02 s/d 03 Mei 2018 dibebankan Pada Dipa Bimas Katolik Tahun 2018 yang diharapkan mampu menumbuhkan komitmen bagi setiap Masyarakat Katolik menjadikan ajaran Agama Katolik sebagai Landasan Hidup sehari - sehari (belen).