Pekanbaru (Inmas)- Seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
“Di tengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi, ASN Kemenag juga harus menjadi pelayan publik yang dapat diandalkan. Selain harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas. Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama,” ungkap Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, pada resepsi HAB Kemenag ke-71 di Aula Islamic Center UIN Suska Riau, Pekanbaru, Selasa (3/1/2017) usai upacara HAB seraya mengucapkan Selamat HAB Kementerian Agama, dengan harapan diusia yang ke 71 Tahun 2017.
Menurutnya, Kemenag harus dukung Sinergitas dan menepis ego- ego sektoral dalam rangkat mewujudkan program- program yang bertujuan mensejahterakan masyarakat, seperti dalam mewujudkan embarkasi antara 2017 dan embarkasi penuh pada tahun 2018 mendatang.
“Tahun 2017 ini kita sudah mendapatkan izin dari Menteri Agama RI untuk embarkasi antara, karena untuk menjadi embarkasi penuh harus melewati embarkasi antara dulu. Untuk itu, Pemrov Riau bersama stakeholder terkait hendaknya terus men follow up apa- apa saja yang harus dipenuhi untuk mewujudkan ini,” tegasnya.
Gubri mengatakan, kehadiran embarkasi di Riau akan sangat membantu masyarakat Riau dengan efesiensi biaya dan waktu, Jemaah calon haji tidak lagi harus menginap di Batam seperti tahun sebelumnya, tapi jamaah hanya transit sebentar dan langsung terbang ke tanah suci.
“Tiap tahun Kabupaten/ Kota mengeluarkan biaya sekitar Rp3 M sampai Rp3,5 M untuk operasional dari Pekanbaru dan selama di Batam. Jika jamaah bisa langsung berangkat, tentu biaya yang dikeluarkan tidak akan sepantastik itu,” jelasnya. “Tahun 2018, Pemrov Riau bersama Angkasa Pura II akan berupaya mendaratkan pesawat berbadan lebar (airbush A330-200) di Bandara SSK II untuk full menjadi embarkasi, karena April 2017 runway bandara sudah perpanjang mencapai 2.600 dan Angkasa Pura juga sudah menyediakan anggaran untuk penebalan 7 cm, dan akan sharing dengan Pemprov untuk dapat mencapai ketebalan 15 cm untuk aman didarati pesawat besar,” tambahnya.
Terkait hibah lahan Asrama Haji, Kemenag Riau hendaknya membuat surat lagi untuk diproses. Apalagi lokasi pembangunan sudah ditinjau oleh Menag RI. (mus/vam/ady/jon/sob/net)