0 menit baca 0 %

Gubernur Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Provinsi Riau

Ringkasan: Pasir Pengarayan (Inmas) Gubernur Riau H. Syamsuar bertindak sebagai Inspektur upacara pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2019. Peringatan yang dipusatkan di Kabupaten Rokan Hulu tersebut dilaksanakan pada Minggu (27/10/19) di Halaman Kantor Bupati Rokan Hulu.

Pasir Pengarayan (Inmas) – Gubernur Riau H. Syamsuar bertindak sebagai Inspektur upacara pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2019. Peringatan yang dipusatkan di Kabupaten Rokan Hulu tersebut dilaksanakan pada Minggu (27/10/19) di Halaman Kantor Bupati Rokan Hulu.

Dalam pesan dan amanatnya, Gubernur Riau menyampaikan Peringatan hari santri yang jatuh pada tanggal 22 oktober yang lalu merupakan bukti penghormatan dan pengakuan Negara terhadap peran dan kontribusi pesantren. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pesantren/santri turut andil dalam peradaban, budaya, pendidikan, perpolitikan dan kepemimpinan di Indonesia. Pesantren adalah laboratorium perdamaian, sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran islam rahmatan lil’alamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap  moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang frural dan multi kultural, dengan cara seperti ini lah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud.  Semangat ajaran ini lah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan terkait dengan tema santri Indonesia untuk perdamaia Dunia mengatakan sebagaimana kita ketahui bersama peredaran narkoba telah menjadi isu nasional di indoesnia, saat ini kita lihat saja untuk perdaran narkoba status Indoensia dalam peta gelap peredaran narkoba internasional. Lebih menghawatirkan lagi para pengguna narkoba pada umumnya adalah pekerja swasta, para petani, buruh, ASN serta para pelajar dan mahasiswa. Kalau  kondisi ini berlanjut akibatnya adalah menurunnya kualitas generasi muda, yang berarti akan memperngaruhi asset bangsa. Bila generasi muda bangsa ini menjadi pecandu narkoba maka bonus demokrasi yang akan dinikmati Indonesia pada tahun 1945 tidak akan tercapai manfaatnya. Kita ingin pesantren selalu berpartisipasi didalam program pembangunan sumber daya manusia seperti pencegahan, pemberantasan, penyelah gunaan dan peredaran gelap narkoba.

Peringatan hari santri Tahun 2019 berasa cukup istimewa karena dalam peringatan hari santri tahun ini hadirnya undang-undang no. 18 tahun 2019 tentang pesantren. Dengan undang-undang tentang pesantren ini membuktikan bahwa pesantren tidak hanya menyumbangkan fungsi pendidikan tetapi juga menyumbangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Selain Gubernur Riau, Tampak Hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kapolda Riau, Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Pusat Prof. Dr. H. Said Agil Siraj, Kepala Lapas, Kepala Kejaksaan Riau, Ketua Pengadilan Agama, Ketua PWNU Prov. Riau, Bupati Rokan Hulu, Sekda Kabupaten Rokan Hulu, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua FKPP Riau, Kepala Kantor Kemenag Rokan Hulu dan Kemenag Se - Provinsi Riau, Forkopinda Kabupaten Rokan Hulu dan 10.000 santri pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Rokan Hulu serta Kabupaten / Kota Se - Riau.

Pada helat Hari santri Tahun 2019 ini, juga dilaksanakan Tabligh Akbar, Jalan Santai Sarung berhadiah 9 paket Umroh dan Sarasehan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Riau. (ana/ifat/eka)Â