Pekanbaru (Inmas)- Dalam rangka menindaklanjuti rencana pembangunan Embakasi Haji Provinsi Riau, Kementerian Agama dalam hal ini Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Riau terus melakukan langkah- langkah pendekatan dengan badan/ instansi terkait. Termasuk melakukan dengar pendapat dengan anggota DPD RI perwakilan Riau yang juga mantan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Abdul Gafar Usman, Senin (9/5) di Aula Kabag TU Kanwil Kemenag Riau.
Hadir dalam rapat tersebut Pgs Kakanwil Kemenag Riau, H Mahyuddin MA, Kabid PHU HM Aziz MM MA, Kasubbag Inmas H Darwison MA, Subbag Perencanaan yang diwaili Amri Fitri, Kasi PHU dan Tim PHU Kanwil Kemenag Riau. Dalam pemaparan yang disampaikan Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau, HM Aziz MM MA, Embakarkasi Haji Riau saat ini masih terkendala pada beberapa hal, diantaranya asrama haji yang layak untuk sebuah embarkasi. Begitu juga dengan Embarkasi Antara, butuh Bandara, Asrama Haji yang bisa menampung 2 kloter, Aula di Bandara, serta perangkat sarana dan prasarana.
“Kalaupun rencana awal hanya embarkasi antara saja, tetap juga kita membutuhkan asrama haji yang bisa menampung jamaah 2 kloter atau sekitar 800 – 900 orang jamaah. Sementara asrama haji yang ada di Rumbai masih terbatas, dan rencanya Pemda akan memanfaatkan wisma atlet yang ada, tapi masih dalam pembahasan lebih lanjut,” ujar Aziz.
Sebagaimana yang pernah diungkapkan Aziz, untuk pembangunan embarkasi Riau Kementerian Agama pusat telah menyediakan anggaran sekitar Rp205 M. Namun dana tersebut belum bisa dikucurkan karena tanah wakaf yang diperuntukkan untuk pembangunan embarkasi Riau masih atas nama Provinsi Riau belum dibalik nama ke Kementerian Agama Riau.
“Kalau tanah hibah itu sudah atas nama Kemenag Riau, baru bisa kita usulkan pencairan dana untuk pembangunan embarkasi. Selain itu, jika tenah hibah tersebut masih atas nama provinsi Riau, kedepan akan terkendala permasalahan renovasi dan lain sebagainya, karena masih bukan asset Kemenag,” jelas Aziz.
Pgs Kakanwil Kemenag Riau, Drs H mahyuddin MA, mengungkapkan, Plt Gubernur Riau dalam hal ini Pemerintah Provinsi Riau cukup inten dan komitmen untuk membangun embarkasi haji Riau, khususnya Embarkasi Antara.
“Ada beberapa persiapan yang tengah gencar dilakukan oleh Pemprov saat ini yaitu koordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk melakukan hearing dengan DPRD Riau, dan bertemu dengan Dirjen PHU atau jika memungkinkan akan bertemu dengan Menteri Agama langsung. Karena secara jumlah jamaah dan wilayah, Riau sudah sangat layak untuk memiliki embakrasi,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, DPD RI Abdul Gafar Usman, mengungkapkan sangat ingin Emberkasi yang dicita-citakan adalah keinginan masyarakat dan jamaah, maupun keinginan secara struktural.
”Saya selaku anggota DPD RI ingin mendapat informasi kendala- kendala apa saja yang di hadapi, karena untuk membangun embarkasi tentu butuh komitmen secara bersama dan perencanaan yang cukup matang. Jika ini terwujud tentu akan jadi kebanggaan kita karena dapat mengefesiensikan waktu dan biaya,” ujarnya.
Saat ini, Kemenag sudah mendapat respin dan dukungan dari masyarakat dan Pemda, namun hal tersebut tidak akan terwujud jika persyarakat untuk jadi Embakari tidak terpenuhi. Untuk itu, ia berharap agar Kemenag bersama Pemda setempat untuk duduk bersama dengan pihak- pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan, Kementerian Hukum dan HAM, DPRD, dan pihak lainnya.
“Kita harus melangkah dengan cepat, melakukan Komunikasi di tingkat Nasional dengan Daerah, atau Daerah dengan Nasional. Saya selaku anggota DPD saya akan Merespon sesuai peraturan dan prosedur yang sudah ada. Karena lebih cepat lebih baik, Embarkasi Antara dulu baru embarkasi Haji, dan saya akan membantu sesuai dengan kewenangan saya,” ujarnya penuh harap agar keinginan Riau untuk memiliki Embakarkasi sendiri dapat segera terealisasi. (mus)