0 menit baca 0 %

GERNASRATIK di Inhu: Anak RA Belajar Membatik, Budaya dan Kreativitas Terangkat

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) - Senin (06/10/2025), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, bersama Kasi Penmad, Hendriadi, menghadiri kegiatan GERNASRATIK (Gerakan Nasional RA Membatik) yang ditaja oleh Pengurus Daerah IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Kabupaten Indragiri H...

Indragiri Hulu (Kemenag) - Senin (06/10/2025), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, bersama Kasi Penmad, Hendriadi, menghadiri kegiatan GERNASRATIK (Gerakan Nasional RA Membatik) yang ditaja oleh Pengurus Daerah IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Kabupaten Indragiri Hulu di RTH Pematang Reba. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak-anak RA dan memperkenalkan budaya lokal melalui batik sejak dini, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam melestarikan budaya nasional dan memperkuat pendidikan karakter anak usia dini.

โ€œMelalui kegiatan membatik ini, anak-anak RA tidak hanya belajar keterampilan seni, tetapi juga memahami nilai budaya dan disiplin kerja sejak usia dini,โ€ kata Darwison.

Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan keluarga, serta berdampak secara tidak langsung pada pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Hendriadi menambahkan bahwa kegiatan GERNASRATIK tidak hanya meningkatkan keterampilan membatik anak-anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi guru RA untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

โ€œGuru-guru dapat menularkan keterampilan ini kepada anak didiknya di seluruh RA, sehingga dampaknya akan terasa luas dalam membangun generasi yang kreatif dan berbudaya,โ€ ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan puluhan anak RA yang ikut serta dalam praktik membatik, didampingi para guru dan orang tua. Selain menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, program ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pendidikan nonformal yang inovatif. Dengan begitu, GERNASRATIK diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang kreatif, berbudaya, dan berdampak bagi kesejahteraan sosial-ekonomi.

(Reski)